Daftar 6 Pelatih Timnas Indonesia Terhenti di Babak Penyisihan Piala AFF, Garuda 30 Tahun Puasa Gelar

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ada enam pelatih Timnas Indonesia yang gagal membawa Garuda melewati babak penyisihan Piala AFF. John Herdman menjadi nama terbaru setelah Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2026.

Kegagalan tersebut sekaligus memperpanjang puasa gelar Indonesia di Piala AFF selama 30 tahun. Sebelum Herdman, Peter Withe, Nilmaizar, Alfred Riedl, Bima Sakti, dan Shin Tae-yong juga pernah mengalami nasib serupa.

Indonesia memastikan langkahnya terhenti di fase grup Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura, Jumat (7/8/2026).

Tambahan satu poin membuat Garuda mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan. Indonesia harus puas berada di posisi ketiga klasemen, di bawah Vietnam dengan 10 poin dan Singapura yang mengumpulkan delapan poin.

Hasil tersebut sekaligus mengubur ambisi Indonesia untuk melanjutkan perjalanan hingga perebutan gelar juara Piala AFF 2026.

Padahal, peluang Garuda sempat terbuka setelah meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal. Namun, performa Indonesia menurun pada dua laga terakhir.

Indonesia takluk 0-3 dari Vietnam sebelum kemudian hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menghadapi Singapura.

Kegagalan di fase grup membuat John Herdman masuk dalam daftar pelatih Indonesia yang tidak mampu membawa Garuda melewati penyisihan Piala AFF.

Peter Withe lebih dahulu mengalami kegagalan tersebut pada edisi 2007. Setelah itu, Nilmaizar gagal membawa Indonesia keluar dari grup pada 2012.

Alfred Riedl juga mengalami hal serupa pada Piala AFF 2014. Berikutnya, Bima Sakti mencatat hasil yang sama pada edisi 2018.

Shin Tae-yong kemudian menjadi pelatih berikutnya yang gagal melewati fase grup ketika Indonesia tampil pada Piala AFF 2024.

Menariknya, sejumlah pelatih tersebut juga pernah memberikan pencapaian berbeda bersama Indonesia. Riedl dan Shin Tae-yong, misalnya, pernah membawa Garuda hingga partai final.

Piala Tiger

Piala AFF pertama kali digelar pada 1996 dengan nama Piala Tiger. Sejak saat itu, Indonesia belum pernah sekalipun berdiri sebagai juara dalam kompetisi sepak bola antarnegara Asia Tenggara tersebut.

Artinya, hingga edisi 2026, penantian Indonesia untuk mengangkat trofi Piala AFF telah berlangsung selama 30 tahun.

Padahal, Indonesia hampir selalu menjadi salah satu tim yang diperhitungkan setiap kali turnamen digelar.

Materi pemain yang dimiliki Garuda pada Piala AFF 2026 bahkan kembali membuat Indonesia disebut sebagai salah satu kandidat juara.

Sejumlah pemain naturalisasi yang kini bermain di Super League juga dapat memperkuat tim karena tidak terkendala izin pelepasan dari klub.

Nama-nama seperti Jordi Amat, Shayne Pattynama, Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, hingga Eliano Reijnders berada dalam skuad Indonesia pada turnamen kali ini.

Namun, kekuatan materi tersebut belum mampu menghasilkan konsistensi permainan yang dibutuhkan untuk bersaing hingga fase akhir.

Indonesia kembali harus mengakhiri turnamen lebih cepat dan menunda ambisi untuk mendapatkan gelar Piala AFF pertama dalam sejarah.

Enam Kali Runner-up

Ironisnya, meski belum pernah menjadi juara, Indonesia justru tercatat sebagai salah satu negara paling sering mencapai final Piala AFF.

Garuda sudah enam kali tampil di partai puncak, tetapi seluruh kesempatan tersebut berakhir tanpa trofi.

Final pertama Indonesia terjadi pada Piala AFF 2000. Ketika itu, Nandar Iskandar membawa Garuda hingga partai puncak sebelum akhirnya finis sebagai runner-up.

Dua tahun berselang, Indonesia kembali mencapai final di bawah asuhan Ivan Kolev. Hasil akhirnya kembali sama, yakni posisi kedua.

Peter Withe kemudian mengantarkan Indonesia ke final pada 2004. Enam tahun berikutnya, Alfred Riedl membawa Garuda kembali ke partai puncak.

Riedl kembali mencatat prestasi serupa pada Piala AFF 2016.

Sementara itu, Shin Tae-yong menjadi pelatih terakhir yang membawa Indonesia ke final, yakni pada Piala AFF 2020.

Enam kegagalan tersebut membuat Indonesia memegang catatan runner-up terbanyak di Piala AFF.

Di luar enam final itu, perjalanan Indonesia juga diwarnai sejumlah hasil lain. Garuda pernah mencapai semifinal, merebut peringkat ketiga, hingga tersingkir di fase grup.

Balas di Edisi 2028

Kini, John Herdman harus menerima kenyataan bahwa perjalanan Indonesia di Piala AFF 2026 berakhir sebelum memasuki fase gugur.

Pelatih yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia tersebut belum mampu mengakhiri penantian Indonesia di ajang sepak bola terbesar Asia Tenggara.

Harapan Garuda untuk mendapatkan gelar Piala AFF pertama kini harus kembali diarahkan ke edisi berikutnya pada 2028.

Jika ingin mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung tiga dekade, Indonesia harus menemukan formula yang mampu mengubah status runner-up menjadi juara.

Pasalnya, sejarah Piala AFF menunjukkan bahwa mencapai final saja belum cukup bagi Garuda. Tantangan terbesar tetap sama: memenangkan pertandingan terakhir dan membawa pulang trofi.

Daftar Pelatih Indonesia di Piala AFF

Berikut perjalanan Timnas Indonesia bersama para pelatihnya di setiap edisi Piala AFF:


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
FULL! Pidato Prabowo di Peluncuran Buku Bahlil: Swasembada Pangan Hingga Danantara Naik 400%
• 18 jam lalu
0
thumb
Ingin Kabur dari Rutinitas? Kenali 5 Tanda Anda Sebenarnya Butuh Istirahat, Bukan Liburan
• 1 menit lalu
0
thumb
Presiden Taiwan Tinjau Latihan Perang Han Kuang di Tengah Ancaman Tiongkok
• 2 jam lalu
0
thumb
Polisi Dalami Sengketa Yayasan usai Temukan 995 Airsoft Gun dan Senjata Api di Sekolah Jakarta Selatan
• 23 jam lalu
0
thumb
Pantai di Guangdong, Tiongkok Dipenuhi Sampah, Wisatawan Berenang di Tengah Tumpukan Sampah 
• 26 menit lalu
0
Berhasil disimpan.