Perkuat Fondasi Pendidikan, Pemerintah Perbarui Kualitas Buku Ajar Nasional

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah terus mematangkan langkah pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan Indonesia.

Perkuat Fondasi Pendidikan, Pemerintah Perbarui Kualitas Buku Ajar Nasional (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah terus mematangkan langkah pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan Indonesia. 

Arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kualitas buku pelajaran yang digunakan peserta didik.

Baca Juga:
IHSG Sepekan Ditutup Positif, Kapitalisasi Pasar Rp11.212 Triliun

Hal ini dilakukan sekaligus membangun budaya membaca sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap pembaruan buku ajar berawal dari kunjungan Kepala Negara ke sejumlah sekolah. Dalam kunjungan itu, Presiden Prabowo meninjau langsung buku-buku pelajaran yang digunakan para siswa dan menemukan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian.

Baca Juga:
950 Dapur MBG Terindikasi Tak Higienis, Kepala BGN Ancam Tutup Permanen

"Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya," kata Seskab Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, setelah mempelajari buku-buku pelajaran yang digunakan di Indonesia, Presiden Prabowo kemudian menginstruksikan agar dilakukan perbandingan dengan buku ajar dari negara-negara tetangga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.

Baca Juga:
Wall Street Berakhir di Rekor Tertinggi, Didorong Laporan Penurunan Jumlah Lapangan Kerja

"Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Pada awalnya seperti itu, sehingga yang tadi Pak Mensesneg sampaikan, dicek, nanti intinya akan diperbaiki menjadi lebih baik," ujar Seskab.

Di tempat yang sama, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menuturkan, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada sejumlah aspek yang dinilai strategis. 

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Mixed: S&P dan Nasdaq Naik, Dow Jones Turun Tipis

Selain penguatan karakter kebangsaan, Kepala Negara juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi, serta peningkatan kemampuan berbahasa asing untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

"Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu _concern_ beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris," ujar Pras.

Tidak hanya dari sisi materi, Presiden Prabowo juga menginginkan agar kualitas fisik buku pelajaran ditingkatkan. Buku ajar diharapkan memiliki tampilan yang lebih menarik, ukuran huruf yang lebih nyaman dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

"Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya," katanya.

Pras menekankan, perhatian Presiden Prabowo terhadap dunia pendidikan tidak terlepas dari kebiasaan membaca yang telah ditanamkan sejak kecil dalam lingkungan keluarganya. 

Menurutnya, budaya membaca secara rutin menjadi salah satu nilai yang kini ingin kembali digalakkan di lingkungan pendidikan nasional.

"Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua. Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua," ujar dia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejagung Cecar Febrie Adriansyah Lebih dari 20 Pertanyaan dalam Pemeriksaan Tersangka TPPU
• 14 jam lalu
0
thumb
Koni De Winter Bongkar Perubahan Besar AC Milan di Era Ruben Amorim
• 12 jam lalu
0
thumb
Kapolri Hadiri Apel Pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah
• 1 jam lalu
0
thumb
Bahlil: Saya Tidak Minder Lahir dari Rahim Pembantu
• 14 jam lalu
0
thumb
Pertanyaan yang Diajukan Orang Berkelas Menurut Pakar Etiket
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.