Danantara perluas akses rumah pertama melalui pembiayaan terintegrasi

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memperluas akses kepemilikan rumah pertama melalui penyediaan pilihan hunian dan pembiayaan secara terintegrasi, termasuk bagi generasi muda.

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan masyarakat, termasuk pembeli rumah pertama dari kalangan Generasi Z, membutuhkan akses yang lebih mudah untuk membandingkan hunian sekaligus memperoleh informasi mengenai skema pembiayaan yang sesuai kemampuan finansial.

"Kami ingin menghadirkan ekosistem yang memudahkan masyarakat memiliki rumah. Dalam satu tempat, calon pembeli dapat melihat berbagai pilihan hunian sekaligus memperoleh akses ke alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka," kata Rosan dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan karena tantangan kepemilikan rumah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan hunian, tetapi juga kemudahan memperoleh informasi, membandingkan proyek, serta menentukan skema pembiayaan yang sesuai.

Danantara akan menghadirkan ekosistem tersebut melalui Danantara Housing Expo 2026 pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK, Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan memperoleh akses terhadap lebih dari 200.000 pilihan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non-MBR.

Calon pembeli juga dapat berkonsultasi dengan pengembang, bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta bank syariah untuk memperoleh simulasi pembiayaan perumahan.

Berdasarkan keterangan Danantara, sejumlah alternatif pembiayaan yang akan ditawarkan antara lain uang muka mulai 1 persen, suku bunga atau margin mulai 2,75 persen, tenor hingga 30 tahun, serta skema angsuran bertahap.

Rosan mengatakan beragam pilihan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menyesuaikan keputusan pembelian rumah dengan kondisi finansial masing-masing.

"Rumah-rumah tersebut juga dirancang agar dapat dibeli masyarakat dengan suku bunga yang lebih menarik serta mekanisme pembayaran yang lebih baik," ujarnya.

Danantara mencatat tantangan kepemilikan hunian juga berkaitan dengan perubahan karakteristik penghasilan generasi muda.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 mencatat sekitar 81 juta anak muda di Indonesia belum memiliki hunian pribadi.

Danantara juga menyebut survei Deloitte pada 2026 menyatakan hampir 30 persen Generasi Z memiliki pekerjaan sampingan, yang menunjukkan sumber penghasilan generasi muda semakin beragam.

Menurut Rosan, perubahan pola kerja dan sumber penghasilan tersebut perlu direspons dengan pendekatan pembiayaan yang lebih adaptif.

Danantara, lanjut dia, mendorong kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) properti, Himpunan Bank Milik Negara​​​​​​​ (Himbara), lembaga pembiayaan, dan pengembang untuk menyederhanakan proses masyarakat memperoleh rumah pertama.

"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi penting agar masyarakat tidak lagi dihadapkan pada proses yang rumit ketika ingin memulai langkah memiliki rumah pertama," ucap Rosan.

Ia berharap integrasi pilihan hunian, informasi, dan pembiayaan tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah sekaligus mendukung penyediaan hunian yang lebih inklusif.



Baca juga: Kemendagri perkuat ekosistem pembiayaan program 3 juta rumah

Baca juga: BP Tapera: Pemerintah perkuat dukungan pembiayaan lewat skema FLPP


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bahlil: Dulu Manfaat Hilirisasi Lebih Banyak Dinikmati Asing, Kini Dibiayai Danantara
• 17 jam lalu
0
thumb
Karhutla Palangka Raya meluas, status darurat berpotensi diperpanjang
• 22 jam lalu
0
thumb
Pantai di Guangdong, Tiongkok Dipenuhi Sampah, Wisatawan Berenang di Tengah Tumpukan Sampah 
• 1 jam lalu
0
thumb
Prabowo Klaim Pendapatan Danantara Melonjak 400% Sejak Setahun Beroperasi
• 22 jam lalu
0
thumb
Polisi Tangkap Komplotan Pencuri 600 Besi Ulir di Cikande Serang
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.