Sejumlah Tokoh Dorong Penulisan Buku Sejarah Perjuangan Pendirian Kabupaten Kepulauan Meranti

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Kepulauan Meranti, muncul dorongan agar sejarah panjang perjuangan pembentukan daerah otonom termuda di Provinsi Riau tersebut segera didokumentasikan dalam sebuah buku.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau Sofyan Hamzah memberikan dukungan penuh terhadap rencana penerbitan buku sejarah perjuangan lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti pada 19 Desember 2008 lalu.

BACA JUGA: Terendam Banjir, Puluhan Hektare Sawah di Kabupaten Meranti Gagal Panen

Kabupaten Kepulauan Meranti sendiri resmi berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2009 yang disahkan pada tanggal 16 Januari 2009.

"Sudah hampir 18 tahun Kabupaten Meranti berdiri, namun pemerintah daerah belum menerbitkan buku sejarah perjuangan lahirnya daerah ini," ujar Sofyan Hamzah dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

BACA JUGA: Wamendagri Bima Arya: Ada 337 Usulan Pembentukan Daerah Otonomi Baru

Sofyan mendukung langkah tokoh pejuang pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti dan penggagas Meranti Center Jakarta, Ramlan SH CPLA yang akan menerbitkan buku sejarah kabuopaten tersebut.

"Ramlan sudah mengirimkan kerangka awal penulisan sejarah perjuangan Meranti yang kemudian mendapat respons positif dari berbagai kalangan,” katanya.

BACA JUGA: Kemendagri Gelar Rakor Penyerahan Aset 3 Daerah Otonom Baru di Provinsi Papua

Sofyan menilai penerbitan buku tersebut tidak boleh lagi ditunda, mengingat sebagian besar pelaku sejarah kini telah berusia di atas 60 tahun.

"Saya mendesak agar buku ini segera diterbitkan, mumpung para pelaku sejarahnya masih ada. Ini sangat penting,untuk diwariskan kepada anak cucu kita,” katanya.

Dia menegaskan Kabupaten Meranti bukan lahir dari pemberian, melainkan buah daroo perjuangan panjang yang berlangsung lebih dari setengah abad.

Tokoh pejuang pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti Ramlan SH CPLA mengatakan, gagasan penyusunan buku sejarah ini berawal dari diskusi di lingkungan wadah Kerukunan Keluarga Besar Pejuang Kabupaten Kepulauan Meranti (KKBPKM) beberapa tahun silam.

"Tetapi sudah hampir 18 tahun kabupaten tercinta ini berdiri, namun belum ada langkah nyata, baik dari pemerintah daerah maupun para pejuang sendiri untuk menerbitkan buku sejarah perjuangan ini," kata Ramlan.

Ramlan mengaku telah berkoordinasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti dan sejumlah penerbit untuk menyusun kerangka penulisan buku. Dimulai perjalanan perjuangan sejak tahun 1957 hingga lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2008.

“Buku tersebut diberi judul ‘Setengah Abad Memperjuangkan Lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti. Kita sedang sempurnakan judulnya melalui seminar atau bedah sejarah, yang melibatkan seluruh simpul perjuangan dari berbagai daerah,” katanya.

Simpul-simpul tersebut antara lain Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Meranti (BP2KM) Selatpanjang, BP2KM Riau di Pekanbaru, Ikatan Keluarga Besar Meranti (IKB) di Batam, Karimun, Tanjungpinang, Dumai, Siak, hingga Meranti Center Jakarta.

"Setiap simpul perjuangan diharapkan menggelar rapat internal untuk merangkum fakta dan peran tokoh-tokoh, baik yang tercatat sebagai pengurus maupun simpatisan perjuangan. Seluruh hasilnya akan dibahas dalam forum seminar bedah sejarah," kata Ramlan.

Ramlan mengungkapkan rencana penerbitan buku sejarah ini mendapat sambutan positif dari berbagai tokoh pejuang dan masyarakat Meranti di berbagai daerah.

Sekretaris Jenderal BP2KM, Falzan Surahman, menyatakan bahwa perjuangan pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan perjalanan panjang yang layak didokumentasikan sebagai warisan sejarah.

"Perjuangannya sudah dimulai sejak tahun 1957 oleh para pendahulu kita dan baru terwujud pada tahun 2008. Perjalanan panjang yang penuh suka dan duka ini layak diabadikan dengan sepatutnya," kata Falzan Surahman.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Meranti Center Jakarta, Firdaus Muchtar Jamil. Ia menyatakan pihaknya siap menyerahkan berbagai dokumen dan rekaman sejarah yang selama ini telah dihimpun untuk memperkaya materi buku.

Firdaus berharap seminar bedah sejarah dapat dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-18 Kabupaten Kepulauan Meranti di Selatpanjang, yang merupakan ibu kota kabupaten

Hal ini menjadi momentum mempertemukan kembali seluruh simpul perjuangan dari berbagai daerah., termasuk dengan generasi sekarang ketika Kabupaten Kepulauan Meranti sudah berdiri.

"Penerbitan buku ini diharapkan menjadi dokumentasi resmi perjalanan panjang lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti. Bisa jadi warisan sejarah bagi generasi mendatang , bahwa Merantii merupakan hasil perjuangan kolektif yang berlangsung lebih dari setengah abad,” pungkas Firdaus Muchtar Jamil.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BEI Catat Investor Pasar Modal Lampaui 30 Juta SID hingga Awal Agustus
• 23 menit lalu
0
thumb
Terpopuler: Jetour T1 vs T2, Mobil Modifikasi Daihatsu, hingga BYD Pakai Komponen Lokal
• 5 jam lalu
0
thumb
Lensa Berbicara: Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Wujud Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat
• 3 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jaya Siagakan 125 Personel Amankan Lokasi Kebakaran Gedung Bapenda DKI
• 10 jam lalu
0
thumb
32 Calon Paskibraka Belitung Jalani Diklat Selama 14 Hari
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.