MUI Gandeng AMREI Membangun Kinerja Organisasi Berbasis Risiko

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) dan Manajemen Risiko Asosiasi Energi Indonesia (AMREI) mengadakan pelatihan bagaimana membangun kinerja organisasi berbasis risiko. Ini sebagai Pilar Tata Kelola Pengurus Pusat MUI.

Pelatihan yang berlangsung dua hari hingga Sabtu 8 Agustus 2026 ini dibuka Wakil Sekjen MUI Bidang Ekonomi Hazuarli Halim, di Kantor MUI pusat, Jumat (7/8).

BACA JUGA: Pernyataan Sikap MUI terhadap Putusan MK soal Mekanisme Izin IUP Ormas Keagamaan

Hazuarli Halim mengatakan, pelatihan berbasis manajemen risiko ini sangat penting bagi MUI yang memang masih memiliki banyak kekurangan sumber daya manusia atau SDM. Namun, harus membuat keputusan tepat dan efektif menyangkut kepentingan umat.

“Apa yang diperoleh dalam pelatihan dua hari ini pasti sangat bermanfaat bukan saja bagi manajemen dan roda organisasi yang makin melihat aspek risiko sebagai dasar berpijak, juga pengetahuan ini bisa ditransfer dalam berbagai kepentingan di luar MUI," kata Hazuarli.

BACA JUGA: Motif Pembunuhan Berencana di Singkawang Terungkap, Dalangnya Adik Korban

Pembukaan pelatihan yang diikuti sekitar 50 peserta ini turut dihadiri Ketua LPEU MUI Mukhaer Pakkanna dan pengacara Ihsan Tandjung. Pelatihan ini juga didukung oleh JASINDO, ACA Asuransi, ISDF MUI dan LPPOM MUI.

Ketua Pelaksana Lembaga Penggerak Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (LPEU MUI) Mukhaer Pakkanna dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ni sangat penting karena berkait dengan manajemen risiko dan manajemen risiko terkait manajemen strategi. 

BACA JUGA: DPR Minta Aparat Usut Tuntas Kepemilikan Ratusan Senpi di Sekolah Swasta

"Kami ingin mempelajari bagaimana membuat manajemen strategi, terutama pengukuran kinerja dan target,' ucapnya.

Yang terpenting juga lanjut Mukhaer, adalah tentang risiko utamanya mitigasi risiko. Salah satu kelemahan utama umat adalah mengorganisir apa yang sudah diprogram.

Ketua Umum AMREI (Manajemen Risiko Asosiasi Energi Indonesia) Rifky Assamady dalam pembukaan training mengatakan, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, ancaman siber, dinamika geopolitik, serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas telah mengubah cara mengelola organisasi.

Dalam situasi seperti ini, keberhasilan organisasi tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menyusun program, tetapi juga membaca perubahan, mengantisipasi risiko, dan mengambil keputusan tepat pada waktu tepat.

 “Amanah menuntut setiap pemimpin untuk menjaga kepercayaan, bertindak adil, serta mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang diambil. Risk-Based Performance Management menjadi sangat relevan,” terang Rifky.

Lebih lanjut Rifky menjelaskan esensi dari Risk-Based Performance Management. Selama bertahun-tahun, katanya, banyak organisasi hanya berorientasi pada pencapaian Key Performance Indicator (KPI). 

"Kami menetapkan target, mengalokasikan anggaran, menjalankan program, kemudian mengevaluasi hasil pada akhir tahun. Namun, sering kali baru mengetahui adanya masalah ketika target sudah gagal dicapai," ucapnya.

Pada kesempatan sama, Sekretaris AMREI Mohamad Soleh menjelaskan bagaimana pentingnya pemahaman soal manajemen risiko ini diawali dengan praktik games. Pola pelatihan ini memudahkan peserta memahami teori dan langkah-langkah strategis yang akan diambil dalam menjalankan roda organisasi di MUI.(Esy/JPNN)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sudah 3 Jam, Kebakaran Gedung Bapenda DKI Belum Padam
• 12 jam lalu
0
thumb
Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel: Dulu Dicibir dan Ditekan, Kini Diburu Investor
• 10 jam lalu
0
thumb
Akun X TMC Polda Metro Jaya Diretas, Nama dan Foto Profil Sempat Diubah
• 19 jam lalu
0
thumb
Persib Gagal Juara di Piala Presiden, Ini Pesan Manis Igor Tolic untuk Bobotoh
• 15 jam lalu
0
thumb
John Herdman Pilih Bungkam Keputusan Kontroversial Wasit Singapura vs Indonesia, Katanya: Percuma!
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.