VIVA – Maya tak kuasa menahan air mata. Perempuan yang berjualan di sekitar Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, itu sempat kebingungan ketika Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menghampiri lapaknya. Ia tak menyangka seluruh dagangannya diborong.
Bagi Maya, itu bukan sekadar dagangan yang habis terjual. Rezeki yang datang sore itu jauh di luar perkiraannya."Saya benar-benar enggak nyangka. Alhamdulillah senang banget," ucapnya sambil menyeka air mata.
Momen itu memang hanya berlangsung beberapa menit. Namun, menjadi satu dari sekian banyak cerita yang mungkin luput dari perhatian penonton.
Ya, Piala Presiden 2026 telah sukses digelar. Persebaya Surabaya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persib Bandung. 120 menit tak cukup untuk menghasilkan juara baru tahun ini, sehingga harus ditentukan lewat adu penalti.
Dalam babak adu penalti, Persib dan Persebaya sama-sama menggunakan kiper kedua, yakni Fitrah Maulana di kubu Maung Bandung dan Reza Arya Pratama di kubu Bajul Ijo.
- Robbi Yanto / VIVA
Persebaya akhirnya keluar sebagai juara usai menang 6-5 dalam adu penalti. Dari tujuh penendang Bajul Ijo, hanya Yuran Fernandes yang gagal. Sedangkan di kubu Persib, ada Uilliam Barros dan Al Hamra Hehanussa yang gagal menjalankan tugas.
Sebagai juara Piala Presiden 2026, Persebaya berhak atas hadiah 8 miliar rupiah. Sedangkan Persib selaku runner-up menerima 3,5 miliar rupiah.
Mereka yang Tak Pernah Masuk Papan Skor Piala PresidenTerlepas dari hasil pertandingan, atau perebutan gelar juara. Ada momen menarik yang tersaji di luar lapangan.
Di sisi lain stadion, puluhan petugas kebersihan terus bekerja. Mereka menyusuri setiap sudut, memungut botol minuman, plastik makanan, hingga sampah yang tertinggal di meja stan UMKM.
- Robbi Yanto / VIVA
Pekerjaan mereka memang jarang mendapat sorotan. Padahal, merekalah yang memastikan gerakan "Datang Bersih, Pulang Bersih" benar-benar berjalan selama Piala Presiden 2026.
- Robbi Yanto / VIVA
Menariknya, petugas kebersihan yang dilibatkan bukan hanya anak-anak muda. Banyak ibu rumah tangga juga ikut bekerja selama turnamen berlangsung.
Bagi mereka, Piala Presiden bukan sekadar pesta sepak bola. Turnamen ini juga membuka kesempatan memperoleh tambahan penghasilan.





Komentar (0)