jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menilai perjalanan hidup Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia layak menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran buku Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri sekaligus perayaan ulang tahun ke-50 Bahlil di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8).
BACA JUGA: Bahlil: Larangan Ekspor Bauksit dan Tembaga Tetap Dipertahankan
Menurut dia, kisah hidup Bahlil menunjukkan bahwa latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk menjadi pemimpin bangsa.
“Saya kira karier beliau, sepak terjang beliau, kehidupan beliau bisa menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda,” ujar Prabowo.
BACA JUGA: Bahlil Lantik Mawardi Nur jadi Kepala Badan Pengelola Migas Aceh
Prabowo menuturkan seorang pemimpin besar tidak lahir dari kenyamanan, melainkan ditempa oleh berbagai tantangan dan kesulitan hidup.
“Justru kondisi yang memberatkan, kondisi rintangan, kondisi hambatan, itulah yang membesarkan seorang pemimpin,” kata dia.
BACA JUGA: Bahlil Ungkap Penyebab Sejumlah Wilayah di Indonesia Mati Listrik
Dia bahkan menyebut hampir tidak ada pemimpin besar yang tidak pernah merasakan penderitaan.
“Hampir bisa dikatakan orang yang tidak menghadapi hambatan, tidak menghadapi kesulitan, tidak mengalami penderitaan, hampir bisa dikatakan tidak jadi pemimpin,” tuturnya.
Prabowo juga menegaskan kepemimpinan bukan hadiah yang bisa diberikan kepada seseorang.
Kepemimpinan didapatkan melalui kerja keras, melalui sikap, melalui nilai-nilai yang ada dalam seorang.
Prabowo juga menilai kecerdasan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar kampus tempatnya menimba ilmu.
Dia mencontohkan Bahlil yang berasal dari perguruan tinggi sederhana, tetapi mampu menunjukkan kapasitas kepemimpinan hingga dipercaya menjadi menteri dan ketua umum partai politik.
Dia berharap kisah hidup Bahlil dapat menjadi motivasi bagi anak-anak muda Indonesia agar tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan.
“Bahlil membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” tambah Prabowo. (dit/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi





Komentar (0)