Pansus DPRD DKI Bakal Sidak 200 Vendor Pengelola Sampah, Cek Dibuang ke Mana

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta bakal inspeksi mendadak (sidak) 200 perusahaan atau vendor pengelola sampah yang terdaftar di Jakarta. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sampah yang diangkut vendor berakhir di lokasi pengolahan atau pembuangan yang sesuai aturan.

Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan mengatakan pihaknya akan melakukan sidak secara acak terhadap ratusan vendor tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengecek sistem pengolahan hingga lokasi akhir pembuangan sampah.

"Kami akan sidak random dari 200 perusahaan itu, mana yang betul-betul dia menyiapkan pengolahan sampahnya dengan baik," kata Judistira dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Judistira mengatakan pengawasan terhadap vendor menjadi salah satu fokus pansus. Sebab, masih ditemukan perusahaan yang mengaku sebagai pengelola sampah, tetapi hanya menjalankan fungsi pengangkutan tanpa memiliki sistem pengolahan yang memadai. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat sampah berakhir di lokasi pembuangan ilegal.

"Berdasarkan data yang ada, terdapat sekitar 200 perusahaan atau vendor yang terdaftar dalam pengelolaan sampah," ujarnya.

Baca juga: Pramono Perintahkan DLH Bersihkan Gunungan Sampah Dekat SD Kedaung Kali Angke

Pansus, kata Judistira, akan duduk bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk memetakan perusahaan-perusahaan tersebut. Pemeriksaan akan mencakup status vendor hingga memastikan ke mana sampah dibawa setelah diangkut.

"Ini yang mau kami sisir dan kami akan duduk bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup memastikan mana yang aktif, mana yang enggak. Kami pengin tahu tempatnya dia buang sampah ini ujungnya ada di mana," imbuhnya.

Rencana penyisiran vendor itu disampaikan setelah pansus meninjau pengelolaan sampah di kawasan PIK. Rombongan melihat langsung pengelolaan sampah di Pasar Modern PIK, PIK Avenue, hingga Rumah Sakit PIK.

Judistira menilai pengelolaan sampah di kawasan PIK sudah berjalan cukup baik. Pengelola kawasan telah menggandeng vendor atau mitra untuk menangani proses pengolahan sampah.

Menurutnya, pola tersebut dapat menjadi contoh bagi kawasan komersial lainnya di Jakarta, seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel, restoran, dan kafe.

"Meski demikian, Pansus tetap menaruh perhatian terhadap keberadaan vendor-vendor pengelola sampah yang tidak menjalankan fungsinya secara benar," tuturnya.




(bel/rfs)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Socrates: Kejeniusan Kreatif Bergantung pada Inspirasi Ilahi—Lalu, Apa yang Menentukan Datangnya Inspirasi Ilahi?
• 13 jam lalu
0
thumb
Review Drakor A Bona Fide Killer, Sajikan Aksi Menegangkan di Balik Kehidupan Ibu Rumah Tangga
• 12 jam lalu
0
thumb
Sarwendah Klarifikasi soal Anak Dibully, Tegaskan Perundungan Terjadi di Medsos Bukan di Sekolah
• 11 jam lalu
0
thumb
Canda Bahlil Luncurkan Buku Ditandatangani Prabowo: Cak Imin Belum Tentu Punya
• 8 jam lalu
0
thumb
VinFast Tampilkan Jajaran Kendaraan Listrik yang Semakin Lengkap dan Program Menarik bagi Pelanggan di GIIAS 2026
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.