Aksi Baru RLCO Bangun Dua Lini Bisnis, Diversifikasi Lini Sarang Burung Walet

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Emiten sarang burung walet PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menyiapkan ekspansi bisnis di luar produk berbasis sarang burung walet. Perseroan berencana meluncurkan dua lini usaha baru pada kuartal pertama 2027 untuk memperluas portofolio produk protein dan memperkuat pasar ekspor.

Direktur Utama RLCO Edwin Pranata mengatakan, perseroan telah mendirikan anak usaha bernama BD Marinova pada Januari 2026. Namun, perusahaan tersebut belum beroperasi secara komersial dan ditargetkan mulai berkontribusi pada triwulan pertama tahun depan.

Melalui Marinova, RLCO akan mengembangkan produk protein berbahan baku ikan segar sebagai pelengkap portofolio produk berbasis protein yang telah dimiliki perseroan.

"Marinova akan menambah portofolio protein kami. Produk ini juga akan melengkapi produk-produk berbasis protein yang selama ini sudah dimiliki RLCO," kata Edwin dalam acara Media Connect Samuel Sekuritas di Jakarta, Jumat (7/8).

Selain Marinova, RLCO juga menyiapkan merek baru bernama Momiku yang menyasar segmen ibu dan anak. Merek tersebut akan berfokus pada produk berbasis bone broth atau kaldu tulang sebagai sumber protein dan nutrisi.

Menurut Edwin, strategi tersebut sejalan dengan fokus perseroan dalam menghadirkan produk pangan sehat yang mendukung kebutuhan gizi keluarga, khususnya ibu hamil dan anak-anak.

Ia menilai produk berbasis bone broth memiliki potensi besar karena mengandung nutrisi yang baik untuk mendukung perkembangan otak dan kesehatan anak. Nustrisi ini dapat disajikan dalam berbagai produk, seperti abon, beras siap saji untuk anak hingga hati ayam berbumbu bone broth. Ke depan, perseroan akan memperluas turunannya ke berbagai format produk lainnya.

Edwin berharap bisnis produk berbasis bone broth dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru bagi perseroan. Hasil diharapkan akan berdampak pada kinerja penjualan perseroan di tahun depan..

Selain memperluas portofolio produk, RLCO juga memperluas pasar ekspor. Selama ini sekitar 90% penjualan ekspor perseroan masih bergantung pada pasar Cina.

Dalam ekspansi tersebut, Edwin mengatakan akan menyasar pasar Asia Tenggara telbeih dahulu. Perseroan telah mulai memasuki pasar Vietnam dan dalam waktu dekat akan memperluas ekspor ke Thailand. Lebih jauh perseroan membidik akan melakukan ekspor ke pasar Amerika Serikat dan Hongkong.

Sementara itu, melihat kinerja keuangan semester pertama 2026, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 20,36 miliar. Torehan tesebut naik 13,36% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 17,96 miliar. 

Naiknya laba perseroan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 272 miliar dari Rp 270,95 miliar secara tahunan atau year on year (yoy). Pundi-pundi tersebut didapatkan perseroan dari penjualan sarang burung olahan senilai Rp 234,39 miliar dan produk konsumen senilai Rp 37,61 miliar.   


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Krisis Air di Serang, Polda Banten Salurkan 502 Ribu Liter Air Bersih
• 17 jam lalu
0
thumb
Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020
• 20 jam lalu
0
thumb
Integrasikan Pertanian dan Agrowisata, Pupuk Kaltim Resmikan Kampung Sawah Abadi
• 12 jam lalu
0
thumb
Usai Temuan Ratusan Senpi dan Narkoba, Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Islam Harapan Ibu Normal 
• 13 jam lalu
0
thumb
Diduga Curi Kabel, Pria Terbakar Akibat Sengatan Listrik
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.