Yayasan sekolah bantah guru terlibat penyimpanan senjata

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan membantah guru terlibat dalam penyimpanan 995 pucuk senjata, VCD porno serta narkoba.

"Kami sudah tanya kepada guru-guru yang sudah lama di sini. Yang sudah bekerja sejak tahun 2011, 2010 kan rata-rata ini guru-guru sudah lama. Semua menyatakan tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak. Sama sekali tidak pernah ada," kata kuasa hukum yayasan Hermawanto di lokasi sekolah, Jakarta Selatan, Jumat.

Hermawanto menyoroti munculnya klaim senjata yang ditemukan telah disimpan sejak 2021 untuk keperluan kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Dia menegaskan, berdasarkan keterangan para guru lama, tidak pernah ada kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut. Ia juga membantah adanya keterlibatan tenaga pendidik dalam penyimpanan senjata maupun barang terlarang tersebut.

"Kami berani pastikan sampai hari ini kami tidak ada informasi ada guru yang terlibat. Jadi seluruh guru tidak terlibat sampai hari ini," ucapnya.

Menurut Hermawanto, pihak yang kemungkinan mengetahui keberadaan ruangan dan isinya adalah pengurus lama, khususnya pria inisial IWD yang sebelumnya memiliki akses terhadap ruangan tersebut.

Baca juga: Temuan senjata api, Yayasan minta polisi lakukan sterilisasi sekolah

"Yang tahu hanyalah mungkin Pak Ketua yang sudah kami berhentikan. Karena kunci pun di tangan mereka," katanya.

Polres Metro Jakarta Selatan mengungkapkan telah mengamankan ratusan airsoft gun, sejumlah senjata angin, satu pucuk senjata api, serta barang bukti lain dari gudang salah satu yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Pihak kepolisian menjelaskan, pada Jumat (10/7), personel piket Reskrim bersama Unit Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dugaan temuan senjata di salah satu sekolah swasta.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sebanyak 995 unit airsoft gun yang terdiri atas 776 unit revolver airsoft gun dan 215 unit pistol airsoft gun. Selain itu, petugas juga mengamankan empat pucuk senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa, serta empat laras senjata panjang pabrikan.

Seluruh senjata api beserta empat laras senjata panjang diamankan Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, sedangkan 995 unit airsoft gun dititipkan di Gudang Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Wasendak) Polda Metro Jaya.

Dalam pengembangan penyelidikan, pada Rabu (5/8), polisi kembali menemukan tiga pucuk airsoft gun berjenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine.

Selain temuan senjata, polisi juga menemukan dua linting yang diduga narkotika jenis ganja serta satu paket yang diduga sabu.

Baca juga: Polisi tak temukan barang bukti dalam bunker di sekolah swasta Jaksel

Baca juga: Yayasan akui tidak tahu asal-usul ratusan senjata di sekolah


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polytron G3 Punya Buyback Guarantee 70 Persen, Ini Skemanya
• 6 jam lalu
0
thumb
Pemkab Garut Wajibkan SKPD Aktif Respons Aduan via SP4N LAPOR
• 23 jam lalu
0
thumb
Penjelasan Kemenkes soal Pasien BPJS Menunggu 8 Jam untuk Dapat Ruangan di RSCM
• 11 jam lalu
0
thumb
Ajax Kalahkan Shelbourne 3-1, Maarten Paes Tampil Penuh sebagai Starter di Liga Conference
• 18 jam lalu
0
thumb
3 Hal yang Dipersoalkan Roy Suryo dalam Praperadilan Keempat Melawan Polda Metro Jaya
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.