HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pebulu tangkis muda asal PB Yanti Jaya Makassar, Andi Ahmad Rumi Abinafa, selangkah lagi bakal menembus partai final.
Ini setelah mereka berhasil menembus babak semifinal Audisi Umum PB Djarum 2026 Regional Makassar, yang berlangsung di GOR Dafest Makassar, Jumat, 7 Agustus.
“Saya ingin masuk PB Djarum, itu cita-cita saya, dan supaya bisa membahagiakan kedua orang tua,” ujarnya.
Lebih lanjut Rumi mengakui, pertandingan menuju semifinal memang berlangsung sulit. Dia bahkan sempat kehilangan game kedua sebelum akhirnya bangkit dan mengamankan kemenangan.
Meski lolos, Rumi menilai permainannya belum maksimal. Ia masih sering melakukan kesalahan sendiri dengan mengirim shuttlecock keluar lapangan.
Selama pertandingan, Rumi juga kerap meminta arahan kepada pelatih setiap reli berakhir. Menurutnya, arahan tersebut menjadi tambahan motivasi sekaligus membantu memperbaiki permainan di lapangan.
Menghadapi semifinal, Rumi memilih fokus menjaga kondisi fisik dengan beristirahat cukup dan mengatur pola makan agar tetap bugar menghadapi lawan yang diperkirakan lebih berat.
Audisi tahun ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti seleksi PB Djarum. Sebelumnya, ia belum pernah mengikuti audisi di Kudus karena keterbatasan biaya.
Kehadiran Audisi Umum PB Djarum di Makassar memberinya kesempatan untuk mengejar impian menjadi atlet nasional.
Kecintaan Rumi terhadap bulu tangkis tumbuh sejak duduk di kelas 1 SD. Ia mengidolakan tunggal putra Indonesia Alwi Farhan sebagai salah satu inspirasinya.
Deputy Manager sekaligus Koordinator Atlet Putra Tim Pencari Bakat PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw, menilai kualitas peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 Regional Makassar melampaui ekspektasinya.
Menurut Holvy, para peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga menunjukkan karakter bermain agresif yang sesuai dengan format pertandingan 15 poin.
“Selama turnamen berlangsung, kualitas atlet di Makassar ternyata jauh lebih bagus daripada ekspektasi saya. Yang paling menonjol adalah karakter bermain mereka yang agresif dan lebih menyerang,” jelasnya.
Dia menilai, gaya bermain menyerang menjadi ciri khas atlet-atlet Makassar. Karakter tersebut dinilai menguntungkan karena mampu menghasilkan poin lebih cepat dalam format pertandingan yang digunakan pada audisi tahun ini.
Meski demikian, Holvy mengingatkan bahwa permainan agresif harus diimbangi kondisi fisik yang prima melalui latihan speed endurance dan power agar atlet mampu menjaga performa sepanjang pertandingan.
Menurutnya, keberanian para atlet muda Makassar juga menjadi nilai lebih yang membedakan mereka dari peserta regional lain.
“Yang paling menarik perhatian saya adalah keberanian mereka. Di usia yang masih sangat muda, mereka sudah berani mengejar shuttlecock dengan lompatan dan sangat agresif mengambil bola di depan net. Itu menunjukkan pembinaan pelatih-pelatih lokal berjalan sangat baik,” katanya.
Holvy menambahkan, karakter peserta Makassar berbeda dengan peserta regional sebelumnya di Pekanbaru.
Jika atlet Pekanbaru lebih komplet dari sisi transisi permainan, maka peserta Makassar tampil menonjol berkat mental bertanding dan keberanian menyerang yang tinggi. (wid)






Komentar (0)