Celios Dorong Kerja Sama Industri Halal RI-Thailand Perkuat Posisi UMKM di Rantai Pasok Regional

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Center of Economic and Law Studies (Celios) mendorong kerja sama industri halal antara Indonesia dan Thailand tidak hanya meningkatkan perdagangan, tetapi juga memperkuat posisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dalam rantai pasok regional.

Peneliti Celios Isnawati Hidayah mengatakan penguatan investasi, pembangunan fasilitas produksi yang saling terhubung, penggunaan bahan baku dalam negeri, transfer teknologi, serta pelibatan UMKM menjadi faktor penting agar Indonesia memperoleh manfaat maksimal dari kerja sama tersebut.

"Jadi harapannya kalau ada pembukaan akses kerja sama tersebut, Indonesia itu harus mampu menyeimbangkan dengan investasi yang kuat, pembangunan fasilitas produksi yang saling terhubung, dan adanya penggunaan bahan baku dari Indonesia, transfer teknologi, melibatkan UMKM, dan kita bisa mengajak untuk UMKM lokal itu masuk ke rantai pasok regional," ungkap Isnawati.

Kerja Sama Harus Beri Nilai Tambah bagi Indonesia

Isnawati menilai kerja sama integrated halal value chain Indonesia-Thailand merupakan peluang yang rasional dan berpotensi saling menguntungkan.

"Kalau kita lihat kerja sama integrated halal value chain Indonesia-Thailand ini merupakan peluang yang rasional antara kedua belah pihak yang diharapkan saling menguntungkan," ujarnya.

Ia mengingatkan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk Thailand dan perlu memastikan kerja sama mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih komprehensif.

Menurutnya, keberhasilan kerja sama juga harus diukur dari peningkatan ekspor produk halal bernilai tambah, pertumbuhan investasi, serta bertambahnya UMKM yang masuk ke rantai pasok regional.

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Penguatan Industri Halal

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyepakati penguatan kerja sama pengembangan industri halal melalui pembangunan rantai nilai regional dan global dalam pertemuan bilateral di Jakarta pada 3 Agustus 2026.

Prabowo mengatakan, "Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai industri halal regional dan global."

Kedua negara juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, mempererat kemitraan antarpelaku usaha melalui Joint Trade Committee, serta memperkuat kerja sama di sektor ketahanan pangan, logistik, rantai pasok, energi, dan ekonomi digital.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga CPO Melemah Dibayangi Kenaikan Stok dan Lesunya Ekspor
• 6 jam lalu
0
thumb
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Bogor, Dirasakan di Sukabumi hingga Cianjur
• 16 jam lalu
0
thumb
995 Softgun, Polisi Sebut hanya Ada Satu Senjata Api Sungguhan
• 1 jam lalu
0
thumb
Melihat Kia PV5 Versi Klinik Berjalan, Teringat Pregio yang Pernah Eksis
• 12 jam lalu
0
thumb
Kemenhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.