Tesla dan SpaceX Investasi Rp 300 T, Bakal Bangun Bangun Pabrik Chip Terbesar

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Dua raksasa teknologi milik Elon Musk, Tesla dan SpaceX, mengumumkan kolaborasi ambisius untuk membangun pabrik chip canggih bernama Terafab di Grimes County, Texas, Amerika Serikat. Dengan investasi awal mencapai 16,8 miliar dolar AS, fasilitas ini digadang-gadang akan menjadi bangunan terbesar untuk mengatasi kesenjangan pasokan semikonduktor global.

Langkah strategis ini dirancang untuk menopang visi jangka panjang Elon Musk yang bergantung pada kecerdasan buatan dan komputasi skala masif. Mulai dari operasional armada robotaxi, produksi robot humanoid Optimus, hingga satelit yang berfungsi sebagai pusat data di luar angkasa, proyek raksasa ini akan menyatukan seluruh rantai pasok produksi chip dalam satu atap.

Amunisi Komputasi untuk Visi Masa Depan Elon Musk

Di balik pembangunan Terafab, terdapat ambisi besar Elon Musk untuk menciptakan masa depan yang didominasi oleh teknologi otomatisasi. Proyeksi masa depan ini mencakup jutaan robot yang mengambil alih pekerjaan manusia, robotaxi yang mengemudi secara mandiri tanpa sopir, serta konstelasi satelit yang bertindak sebagai data center untuk melatih dan mengevaluasi model kecerdasan buatan. Seluruh skenario ini membutuhkan daya komputasi dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya.

Untuk merealisasikan ekosistem tersebut, pabrik ini dirancang khusus untuk memproduksi chip yang dioptimalkan untuk kebutuhan edge computing dan inference. Chip hasil produksi pabrik ini nantinya akan langsung diintegrasikan ke dalam perangkat keras mutakhir seperti robot Optimus dan kendaraan otonom Cybercabs milik Tesla, serta mendukung kebutuhan komputasi performa tinggi untuk operasional satelit SpaceX.

Skala Raksasa dan Integrasi Vertikal di Texas

SpaceX mengungkapkan bahwa fasilitas ini akan mencakup ruang manufaktur seluas lebih dari 9,2 juta meter persegi. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang memisahkan proses produksi, pabrik ini menerapkan sistem integrasi vertikal.

Melalui situs resminya, SpaceX menyatakan, “Terafab akan menjadi sangat epik, baik dalam misi maupun ukurannya yang sangat besar, dirancang untuk membangun komputasi baru dengan skala dan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Fasilitas tunggal ini nantinya tidak hanya fokus pada satu tahap produksi saja, melainkan akan menyatukan proses manufaktur, pengemasan, hingga pengujian perangkat logika dan memori canggih di bawah satu atap. Integrasi ini diklaim akan mempercepat siklus peningkatan teknologi secara efisien dan memotong waktu distribusi chip ke pasar secara signifikan. Selain itu, raksasa teknologi Intel juga dikabarkan ikut berkontribusi dalam mega proyek ini, meski bentuk pastinya masih dirahasiakan.

Kendati membawa potensi ekonomi yang besar dengan rencana penyerapan setidaknya 3.000 tenaga kerja lokal, proyek ini tidak lepas dari kontroversi. Pengumuman ini menyusul pertemuan daerah yang dihadiri oleh ratusan warga lokal yang menyuarakan kekhawatiran terkait transparansi proyek dan pemberian insentif potongan pajak bernilai jutaan dolar untuk mega proyek tersebut. Isu lingkungan juga menjadi sorotan tajam bagi komunitas sekitar wilayah pembangunan.

Mengantisipasi kecemasan warga mengenai krisis air tanah, SpaceX berkomitmen untuk menggunakan air dari Waduk Gibbons Creek alih-alih menyedot air tanah lokal.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Agar Cicilan Tetap Aman Meski Gaji Berhenti di Tengah Jalan
• 19 jam lalu
0
thumb
Jeritan Sopir Angkot di Balik Mogoknya M44 di Tebet Jaksel
• 14 jam lalu
0
thumb
Heboh! Moskow Tak Lagi Aman, Drone Ukraina Gempur Jantung Rusia dan Bakar Fasilitas Energi Strategis
• 13 jam lalu
0
thumb
AS Kehilangan Pegangan di Perang Iran, Trump Maju Kena-Mundur Kena
• 16 jam lalu
0
thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Jumat 7 Agustus 2026, Ada ROCK dan ISAT
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.