Harmoni Energi Terbarukan dan Dampak Sosial Berkelanjutan di Lereng Dieng

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Garung terus memperkuat kontribusinya dalam menyediakan energi baru terbarukan (EBT), sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Berlokasi di kawasan Pegunungan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pembangkit berkapasitas terpasang 26,4 megawatt (MW) ini memanfaatkan aliran air pegunungan untuk menghasilkan energi bersih yang disalurkan ke sistem interkoneksi Jawa-Bali.

Advertisement

BACA JUGA: PLN Ungkap Pengembang Swasta Bakal Dominasi Proyek PLTA

Dengan dua unit turbin tipe Francis yang masing-masing berkapasitas 13,2 MW, PLTA Garung mampu menghasilkan listrik yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 20 hingga 30 desa atau setara dengan empat hingga enam kecamatan berukuran sedang di Jawa Tengah.

Dalam operasionalnya, listrik dari pembangkit yang dikelola PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica ini terhubung ke sistem interkoneksi Jawa-Bali, sehingga pemanfaatannya dapat didistribusikan sesuai kebutuhan sistem kelistrikan nasional.

Sebagai pembangkit berbasis energi baru terbarukan, PLTA Garung tidak hanya menghasilkan listrik rendah emisi, tetapi juga memiliki fleksibilitas operasional yang berperan dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, khususnya saat terjadi perubahan beban pada sistem Jawa-Bali.

Peran tersebut menjadi bagian dari upaya PLN Indonesia Power dalam mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan, pengembangan pembangkit energi baru terbarukan harus mampu memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi sistem ketenagalistrikan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

“PLN Indonesia Power terus memperkuat peran pembangkit energi baru terbarukan sebagai fondasi transisi energi nasional. PLTA Garung tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal dan rendah emisi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal di sekitar wilayah operasi,” ujar Bernadus Sudarmanta, dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica Wasis Jati Waskitho menjelaskan, optimalisasi operasional PLTA Garung dilakukan secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi sistem kelistrikan maupun masyarakat.

“PLTA Garung memanfaatkan potensi air di kawasan pegunungan untuk menghasilkan energi bersih bagi masyarakat. Dengan kapasitas terpasang sebesar 26,4 MW, pembangkit ini berkontribusi mendukung keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali dengan kapasitas yang setara untuk memenuhi kebutuhan listrik puluhan desa. Kami terus menjaga keandalan operasional pembangkit agar manfaat energi terbarukan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Wasis.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Tepis Tudingan Mengulur-ulur Waktu Proses Hukum | KOMPAS PETANG
• 5 jam lalu
0
thumb
Latihan Perang, Presiden Taiwan Dievakuasi dengan Kendaraan Lapis Baja
• 15 jam lalu
0
thumb
Shueisha Perluas Jangkauan Global melalui MANGA MILLION, Platform Manga yang Tersedia dalam 100 Bahasa
• 14 jam lalu
0
thumb
Cerita Local Hero Pertamina Bangun Kemandirian Energi Desa
• 1 jam lalu
0
thumb
Kematian Sutrimo Akhirnya Dilaporkan ke Bareskrim, Polri Didesak Gelar Ekshumasi
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.