Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hilirisasi dan swasembada pangan dan energi merupakan kebijakan yang berlandaskan akal sehat dan didasari cinta kepada rakyat.
Prabowo menegaskan Indonesia siap menghadapi ancaman di dunia karena sudah swasembada pangan.
"Kita telah membuktikan bahwa kita berhasil, dengan nyata, swasembada pangan, nyata, saudara-saudara. Periksa gudang semua, kita siap ancaman di dunia, kita siap swasembada pangan, kita menuju dan kita lebih kuat dari banyak negara lain," tegas Prabowo saat Peluncuran dan Bedah Buku Bahlil Lahadalia, Jumat (7/8).
Prabowo juga menegaskan jika ada negara tidak memahami kebijakan swasembada pangan dan energi, maka kondisi negara tersebut tidak aman.
"Swasembada pangan sangat akal sehat, swasembada pangan itu sebetulnya sangat-sangat mendasar, mereka yang tidak paham swasembada pangan negaranya tidak aman," tegas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo optimistis dengan kinerja pemerintahannya. Ia memastikan kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan rakyat.
Prabowo lalu mengutip nasihat beberapa mentornya, seperti Mantan Gubernur NTT Ben Mboi yang menilai seorang pemimpin harus menggunakan akal sehat dan cinta kepada rakyat.
"Menjadi pemimpin sebetulnya tidak rumit, ingat ada dua hal mengatakan kepada saya, love your people, cintai rakyatmu, gunakan akal sehat. Jadi, kebijakan itu akal sehat, kebijakan hilirisasi, kebijakan swasembada, semua itu akal sehat," tuturnya.
"Manakala keputusan yang kita ambil, didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan meleset, hasilnya akan cepat kelihatan," tambahnya.






Komentar (0)