Asosiasi Pelayaran Internasional Kompak Tolak Pungutan Biaya di Selat Hormuz

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Delapan asosiasi pelayaran internasional utama mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menentang biaya layanan untuk kapal yang melewati Selat Hormuz.

Asosiasi Pelayaran Internasional Kompak Tolak Pungutan Biaya di Selat Hormuz.

IDXChannel - Delapan asosiasi pelayaran internasional utama mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menentang biaya layanan untuk kapal yang melewati Selat Hormuz.

Dalam surat terbuka bersama yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez, mereka memperingatkan bahwa biaya tersebut akan merusak kebebasan navigasi dan merugikan ekonomi global.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Variatif, Investor Nantikan Kabar Soal Pembukaan Kembali Selat Hormuz

“Pengenalan biaya untuk transit melalui Selat Hormuz merupakan penyimpangan signifikan dari praktik internasional yang telah mapan,” kata surat itu, dilansir dari Anadolu Agency pada Jumat (7/8/2026).

Mereka memperingatkan bahwa mengizinkan biaya tersebut dapat menciptakan preseden untuk tindakan serupa di jalur perairan internasional lainnya, serta melemahkan kerangka hukum yang diakui secara internasional yang mengatur transit.

Baca Juga:
Harga Minyak Melonjak Hampir 4 Persen, Pasar Cermati RUU Iran soal Selat Hormuz

"Biaya tambahan akan mempengaruhi rantai pasokan internasional, berkontribusi pada harga pengiriman dan energi yang lebih tinggi, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi," ujar mereka.

Para penandatangan surat tersebut adalah Asosiasi Pemilik Kapal Asia, Dewan Maritim Baltik dan Internasional (BIMCO), Asosiasi Jalur Pelayaran Internasional, Pemilik Kapal Eropa, Kamar Pelayaran Internasional, Asosiasi Internasional Pemilik Kapal Kargo Kering (Intercargo), Asosiasi Internasional Pemilik Kapal Tanker Independen (Intertanko), dan Dewan Pelayaran Dunia.

Baca Juga:
Iran Sebut Negosiasi Selat Hormuz dengan Oman Masuki Tahap Akhir

Kelompok-kelompok tersebut juga menekankan bahwa keselamatan pelaut dan kebebasan navigasi tidak boleh dikompromikan selama negosiasi mengenai penyelesaian konflik regional. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daftar Merek Mobil China di Indonesia Bertambah, Kini Giliran BAW
• 16 jam lalu
0
thumb
Danantara Indonesia Bermitra dengan JBS Group, Investasi 2,5 Miliar Dolar AS untuk Perkuat Ekosistem Protein
• 10 jam lalu
0
thumb
Geram! Pramono Desak Sanksi Tegas Eks Kepala Yayasan di Kasus Sekolah Simpan 995 Senpi
• 20 jam lalu
0
thumb
Hasil Timnas Indonesia Vs Singapura di Piala AFF 2026: Ditahan Imbang pada Babak Pertama, Nasib Skuad Garuda Terancam
• 12 jam lalu
0
thumb
Masih Ada Titik Panas di Gedung Bapenda DKI, 24 Mobil Damkar Lakukan Pendinginan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.