Waspadai Modus Penipuan Online Ambil Alih Akun, Kenali Ciri-Cirinya

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Penipuan online dengan modus pengambilalihan akun atau account takeover (ATO). (Sumber: Envato/MargJohnsonVA)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Account takeover (ATO) atau pengambilalihan akun merupakan salah satu modus kejahatan siber yang dapat membuat korban kehilangan akses ke akun perbankan digital.

Pelaku biasanya memanfaatkan berbagai cara, mulai dari phishing, tautan palsu, hingga rekayasa sosial (social engineering), untuk mencuri data login, PIN, kata sandi, maupun kode One Time Password (OTP) milik korban.

Setelah berhasil mengambil alih akun, pelaku dapat melakukan berbagai tindakan yang merugikan, seperti menguras saldo rekening, melakukan transaksi tanpa izin, hingga mengakses dan menyalahgunakan data pribadi korban.

Dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tercatat sebanyak 2.688 kasus dengan modus pengambilalihan akun atau ATO terjadi sepanjang periode Januari 2024 hingga Januari 2025. 

Angka tersebut menunjukkan pengambilalihan akun masih menjadi salah satu ancaman serius di era digital. Karena itu, masyarakat perlu mengenali berbagai ciri modus pengambilalihan akun agar tidak mudah menjadi korban. 

Baca Juga: 6 Cara Menghindari Penipuan Fake BTS yang Kirim Pesan Phising

Ciri-Ciri Modus Pengambilalihan Akun

Berikut beberapa tanda modus pengambilalihan akun yang perlu diwaspadai:

1. Diminta Mengeklik Tautan Mencurigakan dan Memberikan Kode OTP

Pelaku umumnya menghubungi korban dengan mengatasnamakan bank, instansi pemerintah, atau perusahaan tertentu.

Korban kemudian diberi tahu bahwa akun mereka bermasalah dan diminta melakukan pemulihan melalui tautan yang dikirimkan.

Tautan tersebut biasanya mengarah ke situs palsu yang meminta korban memasukkan data pribadi, seperti username, password, PIN, hingga kode OTP.

Informasi tersebut dapat digunakan pelaku untuk mengambil alih akun korban.

2. Muncul Notifikasi Login dari Perangkat atau Lokasi yang Tidak Dikenal

Tanda lain yang patut diwaspadai adalah munculnya notifikasi login dari perangkat atau lokasi yang tidak pernah digunakan sebelumnya.

Dalam beberapa kasus, korban juga mendapati akun mereka tiba-tiba tidak dapat diakses meski telah memasukkan kata sandi yang benar.

Kondisi tersebut bisa menjadi indikasi bahwa akun telah diambil alih oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Polisi Jateng Bongkar Penipuan Online Modus Love Scam | SAPA SIANG

 

3. Muncul Aktivitas Mencurigakan atau Permintaan Pembayaran

Korban juga perlu waspada apabila menemukan aktivitas yang tidak pernah dilakukan, seperti adanya pesan yang terkirim tanpa sepengetahuan pemilik akun, perubahan data profil, atau transaksi yang tidak dikenali.

Tak jarang, pelaku kemudian meminta korban mentransfer sejumlah uang dengan dalih sebagai biaya pemulihan atau pembukaan kembali akun yang telah diblokir.

4. Diminta Membuka Akun Pinjaman Online

Modus lainnya adalah pelaku mengaku sebagai pihak e-commerce, jasa pengiriman, atau layanan pelanggan suatu perusahaan.

Korban kemudian diminta membuka akun pinjaman online atau pinjol dengan alasan untuk proses verifikasi atau pemulihan akun.

Permintaan semacam ini patut dicurigai karena lembaga keuangan maupun perusahaan resmi tidak akan meminta nasabah membuka akun pinjol sebagai syarat pemulihan akun.

 

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV

Tag
  • account takeover
  • pengambilalihan akun
  • penipuan online
  • modus penipuan
  • modus account takeover
  • ciri modus account takeover
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG: Cuaca Jakarta Besok, 7 Agustus 2026 Diprakirakan Tanpa Hujan
• 23 jam lalu
0
thumb
Pramono Minta Kasus 995 Senjata Api-Narkoba di Sekolah Swasta Jaksel Ditindak Tegas: Tidak Boleh Terjadi
• 5 jam lalu
0
thumb
Sampah Menggunung di Depan SDN Kedaung Kali Angke Jakbar Ganggu Akses Mobil MBG
• 2 jam lalu
0
thumb
DPP Perbasi gandeng Nico Widmer untuk kembangkan 3x3 di Indonesia
• 5 jam lalu
0
thumb
Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dokter yang Pertama Kali Tangani Sutrimo | KOMPAS PETANG
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.