jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Pemilihan Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Barat yang digelar hari ini Jumat (7/8/2027), dinilai bukan sekadar agenda organisasi.
Sejumlah kalangan melihat perebutan kursi presidium kali ini memiliki dimensi politik yang lebih luas menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
BACA JUGA: Terungkap, Ini Alasan Vendor Videotron Tebang 10 Pohon di Jalan Riau Bandung
Aktivis HMI, Kundrat Kanda Permana, menilai momentum tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan konsolidasi politik bagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM, apabila ingin maju dalam kontestasi Pilpres mendatang.
Menurut Kundrat, meningkatnya popularitas Dedi Mulyadi dalam beberapa survei menjadi modal awal yang penting.
BACA JUGA: Komentar Reza Indragiri Soal Kasus Mutilasi di Kota Depok
Namun, kata dia, modal elektoral saja tidak cukup tanpa dukungan jaringan organisasi dan infrastruktur politik.
"Pilpres 2029 mendatang, Jawa Barat bisa punya calon presiden potensial. Ini angin segar," kata Kundrat dalam keterangan resminya kepada JPNN.com.
BACA JUGA: Penjelasan BMKG Soal Gempa Dangkal 3,4 Magnitudo yang Mengguncang Bogor, Lengkap!
Sekretaris Dewan Pakar KAHMI Garut itu mengatakan, Musyawarah Wilayah (Muswil) KAHMI Jabar menjadi momentum strategis untuk membangun konsolidasi sejak dini.
Dia menyebut ada 16 alumni HMI yang maju sebagai calon anggota presidium untuk memperebutkan tujuh kursi.
"Ada 16 alumni yang mencalonkan diri menjadi anggota presidium yang jumlahnya tujuh orang," ujarnya.
Kundrat menilai beberapa kandidat memiliki kedekatan dengan Dedi Mulyadi.
Karena itu, hasil pemilihan presidium dianggap dapat berpengaruh terhadap penguatan jejaring politik KDM di tingkat nasional.
"Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, tetapi belum pernah memiliki calon presiden asli Jawa Barat. Ini bisa menjadi momentum buat KDM maju di Pilpres," ucapnya.
Dia menyebut setidaknya ada tiga kandidat yang menurutnya dikenal dekat dengan Dedi Mulyadi, yakni Bupati Purwakarta Saepul Bahri Bin Zein, anggota DPRD Jawa Barat Ahmad Hidayat, dan ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat Budi Kurnia.
"Sepengetahuan saya, dari 16 calon yang ada, tiga calon orang dekat KDM," katanya.
Menurut Kundrat, apabila ketiga nama tersebut lolos menjadi Presidium MW KAHMI Jawa Barat, mereka berpeluang terlibat dalam konsolidasi hingga tingkat Majelis Nasional KAHMI.
Dia meyakini jejaring tersebut dapat memperkuat posisi politik Dedi Mulyadi menjelang Pilpres 2029.
"Presidium KAHMI ini infrastruktur politik penting. Kalau jejaringnya kuat, jalan ke tingkat nasional tentu akan lebih terbuka," tegasnya.
HMI sendiri merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia yang memiliki jaringan alumni di berbagai bidang, mulai pemerintahan, legislatif, hingga partai politik.
Para alumninya berhimpun dalam KAHMI yang memiliki struktur kepengurusan dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. (mar5/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ridwan Abdul Malik





Komentar (0)