Warga mengangkat tangan sambil menyejukkan diri di bawah semburan kabut air di luar Basilika Santa Maria degli Angeli saat menanti kunjungan Paus Leo dalam rangka peringatan 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus di Assisi, Italia, Kamis waktu setempat. Italia kembali dilanda gelombang panas ekstrem yang mendorong Kementerian Kesehatan menetapkan status siaga tertinggi di seluruh wilayah pemantauannya. Suhu udara di sejumlah kota, mulai dari Roma hingga Milan, bahkan melampaui 40 derajat Celsius. (REUTERS/Antonio Denti)
2/5Untuk pertama kalinya sepanjang tahun ini, Kementerian Kesehatan Italia menetapkan status siaga merah bagi seluruh 27 kota yang masuk dalam sistem pemantauannya. Status tersebut menandakan suhu panas berkepanjangan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius bagi seluruh masyarakat, termasuk orang muda dan mereka yang dalam kondisi sehat. (REUTERS/Claudia Chieppa)
Pemerintah mengingatkan warga agar membatasi aktivitas di luar ruangan selama jam-jam terpanas, menghindari paparan sinar matahari langsung, tetap berada di dalam ruangan jika memungkinkan, serta memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem. (REUTERS/Claudia Chieppa)
4/5Gelombang panas ini dipicu oleh sistem tekanan udara tinggi (antisiklon) yang bergerak dari Afrika Utara. Fenomena tersebut membawa udara panas dan lembap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah Italia dalam beberapa hari terakhir. (REUTERS/Claudia Chieppa)
Meski jumlah kota dengan status siaga merah diperkirakan berkurang menjadi 26 pada Jumat (7/8/2026) setelah Bolzano diturunkan statusnya, para ahli meteorologi memperkirakan suhu tinggi masih akan bertahan, terutama di wilayah Italia bagian tengah dan selatan. (REUTERS/Antonio Denti)





Komentar (0)