Tak Terpengaruh Patroli dan Gangguan PKT, Latihan Militer Han Kuang Taiwan Berfokus pada Lima Prioritas

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Latihan militer Han Kuang ke-42 yang digelar Angkatan Bersenjata Republik Tiongkok (Taiwan) selama 10 hari 9 malam resmi dimulai Kamis, 6 Agustus 2026.  Latihan ini berfokus pada kesiapsiagaan menghadapi gangguan zona abu-abu dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) serta ancaman perubahan dari latihan menjadi operasi militer nyata. Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat secara bersamaan melaksanakan pengerahan kesiapan tempur

EtIndonesia.com Sejak 5 Agustus, Taiwan menggelar latihan militer berskala besar Han Kuang ke-42 selama 10 hari. Untuk pertama kalinya, latihan ini mencakup skenario pembatasan internet, mobilisasi pabrik pada masa perang, dan berbagai langkah kesiapsiagaan lainnya. Lebih dari 20.000 personel militer ikut ambil bagian.

Pada hari pertama latihan, fokus utama adalah menghadapi gangguan zona abu-abu yang dilakukan musuh melalui kapal milisi maritim dan kapal penjaga pantai. Untuk mengantisipasi kemungkinan PKT mengubah latihan menjadi aksi militer nyata, berbagai kapal perang Angkatan Laut segera berlayar setelah menyelesaikan pengisian logistik, sementara radar bergerak dan kendaraan rudal menuju posisi taktis masing-masing untuk bersiaga.

Berbagai jenis pesawat tempur Angkatan Udara dipindahkan ke lokasi yang telah ditentukan guna melaksanakan strategi “pelestarian kekuatan tempur”, sedangkan pasukan pertahanan udara dikerahkan dalam status siaga penuh. Pada saat yang sama, Angkatan Darat melaksanakan latihan perlindungan sasaran penting dan pemasangan penghalang di wilayah strategis.

Menteri Pertahanan Taiwan, Ku Li-hsiung, saat diwawancarai di Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Yuan Legislatif, menyatakan bahwa latihan tidak akan dihentikan hanya karena adanya gangguan dari PKT terhadap Taiwan.

“Latihan ini terutama mensimulasikan berbagai bentuk gangguan gabungan yang dilakukan kapal dinas penjaga pantai dan kapal milisi maritim PKT. Tujuannya adalah menguji rantai komando di semua tingkat, pertukaran informasi intelijen, serta efektivitas penggunaan kekuatan militer. Kami juga memastikan keamanan jalur transportasi laut dan distribusi logistik penting,” katanya. 

“Setiap latihan dirancang berdasarkan ancaman yang mungkin ditimbulkan musuh serta berbagai kemungkinan skenario operasi. Untuk wilayah pulau-pulau terluar, kami akan terus memperdalam pengelolaan medan perang. Kami menjalankan operasi pertahanan dan memiliki keunggulan sebagai pihak yang bertahan di wilayah sendiri,” ujarnya. 

Pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa melindungi keselamatan masyarakat merupakan tantangan besar. Selain meningkatkan pemahaman antara militer dan warga sipil, latihan ini juga membantu masyarakat mengetahui cara melindungi diri serta bagaimana mendukung tugas-tugas militer jika terjadi perang.

Seorang warga bermarga Wu mengatakan, “Kami tinggal di kawasan yang sangat mungkin mengalami perang. Karena itu, menurut saya semakin penting untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri. Saya pribadi menganggap hal ini sangat penting.”

Selain menguji kemampuan kesiapsiagaan tempur secara langsung, latihan tahun ini memiliki lima fokus utama, yaitu: “pertahanan semesta”, “pengawalan untuk menembus blokade”, “triase dan penyelamatan medis”, “mobilisasi pasukan cadangan”, serta “rantai pembunuhan serangan gabungan menggunakan drone”, yang bertujuan memperkuat ketahanan Taiwan secara menyeluruh.

Di antaranya, fokus “pengawalan untuk menembus blokade” bertujuan melatih cara mempertahankan jalur pasokan penting Taiwan apabila terjadi blokade pada masa perang.

Laporan disusun oleh Guo Yuexi, NTD Television


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Merasa Lelah dengan Rutinitas? Coba Lakukan Hobi Ini!
• 1 jam lalu
0
thumb
Menebak Arah Prabowo dalam Pergantian Kapolri
• 7 jam lalu
0
thumb
Suami Mpok Alpa Masih Sering Menangis Setahun Setelah Kepergian Sang Istri
• 5 jam lalu
0
thumb
Jawa Timur Menjajaki Kerja Sama Industri Perkapalan dengan Tiongkok, Khofifah Dorong Alih Teknologi Maritim
• 19 jam lalu
0
thumb
Bappenas: Platform ZIS-DSKL integrasikan data mustahik dan DTSEN
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.