Andri Mashadi dan Titi Kamal Ungkap Tantangan Bintangi Film Ladda Land Versi Indonesia

grid.id
54 menit lalu
Cover Berita

Grid.ID - Film horor Perumahan Laddaland versi Indonesia segera menyapa penonton dengan cerita yang diadaptasi dari film Thailand berjudul sama. Kehadiran versi terbaru ini tentu membuat film tersebut tidak lepas dari perhatian, terutama dari penonton yang sebelumnya telah menyaksikan film Ladda Land produksi Thailand.

Potensi munculnya perbandingan antara kedua film tersebut pun disadari oleh para pemain. Andri Mashadi, salah satu pemeran dalam film Perumahan Laddaland versi Indonesia, mengaku tidak mempermasalahkan apabila nantinya penonton membandingkan film yang mereka bintangi dengan versi aslinya.

Menurut Andri, penilaian terhadap sebuah film pada akhirnya sangat bergantung pada preferensi masing-masing penonton. Ia juga menegaskan bahwa Ladda Land versi Indonesia bukan sekadar menyalin film Thailand, melainkan merupakan sebuah karya adaptasi yang telah melalui proses penulisan dan pengembangan kreatif.

"Kalau masalah banding-membanding sih aku rasa itu balik lagi ke preferensi masing-masing ya. Yang jelas ini naskah adaptasi remake yang sudah ditulis ulang juga sama Mba Laila dan sudah dieksekusi secara kreatif juga dengan Mas Awi dan tim MD juga," ujar Andri Mashadi di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (6/8/2026).

Andri menuturkan bahwa seluruh pemain dan kru telah berusaha memberikan kemampuan terbaik selama proses produksi. Menurutnya, proses syuting berlangsung dalam suasana yang solid meski para pemain dan kru harus menghadapi berbagai tantangan di lokasi.

Ia mengatakan, kondisi cuaca yang dingin hingga jadwal syuting yang dimulai sejak pagi tidak membuat para pemain kehilangan semangat. Sebaliknya, seluruh tim tetap berusaha menjaga suasana kerja agar menyenangkan.

"Selama kita sekian puluh hari syuting, semua pemain ngasih yang terbaik yang kita bisa. Terus pemainnya solid juga, all cast, all crew, solid semuanya. Kita walaupun syutingnya pagi, kedinginan, cuman tetap fun," katanya.

Ia menyadari bahwa penonton memiliki ekspektasi tertentu, terlebih Ladda Land versi Thailand telah lebih dahulu dikenal dan memiliki penggemar. Namun, Andri memastikan bahwa tim produksi versi Indonesia telah mengerjakan film tersebut dengan maksimal.

"Dan hasil akhirnya kita ngerasa kita udah ngasih yang terbaik. Jadi kalau ada yang membandingin atau apa aku rasa kita pasti siap terima tanggapan itu ya," kata Andri.

Sementara itu, Titi Kamal yang turut menjadi bagian dari jajaran pemeran Perumahan Laddaland versi Indonesia mengungkapkan pengalaman berbeda selama menjalani proses produksi. Ia menilai kekompakan antarpemain justru menjadi salah satu faktor yang membantu dirinya dan Andri Mashadi dalam membangun chemistry sebagai pasangan suami istri.

Menurut Titi, kedekatan yang terbangun di antara para pemain membuat proses pendalaman karakter terasa lebih mudah. Mereka juga berusaha menciptakan hubungan yang natural sehingga interaksi antarkarakter sebagai sebuah keluarga dapat terasa meyakinkan di layar.

 

"Sebenarnya semuanya udah diwakilin sama Andri. Cuma kalau kita memang senangnya itu kita benar-benar dekat, dan untuk pendalaman menjadi sebuah keluarga dan juga suami istri tuh enak banget karena semuanya saling terbuka dan gampang gitu untuk cari chemistry-nya," ujar Titi Kamal.

Titi mengungkapkan bahwa sebelum menjalani proses syuting, para pemain terlebih dahulu melakukan latihan bersama selama beberapa pekan. Proses tersebut dilakukan untuk membangun chemistry sekaligus mendalami hubungan antar karakter yang akan mereka perankan.

Menurutnya, proses latihan selama dua hingga tiga minggu memberikan kesempatan kepada para pemain untuk saling mengenal lebih jauh. Dengan demikian, hubungan sebagai sebuah keluarga dalam cerita dapat dibangun secara lebih natural.

"Kita ada latihan 2-3 minggu bareng-bareng ngebahas untuk chemistry-nya segala macam. Dan semuanya benar-benar enak banget dan sangat profesional," tutur Titi.

Bagi Titi, popularitas Ladda Land versi Thailand menjadi tantangan tersendiri bagi versi Indonesia. Film Thailand tersebut telah lebih dahulu memiliki penonton dan dikenal luas, sehingga versi Indonesia tentu akan mendapatkan perhatian serta ekspektasi dari mereka yang telah mengenal cerita aslinya.

Meski demikian, Titi dan seluruh tim memilih untuk fokus memberikan penampilan terbaik. Mereka tidak ingin terlalu larut dalam tekanan mengenai bagaimana nantinya penonton akan membandingkan versi Indonesia dengan film aslinya. Ia berharap kerja keras seluruh pemain dan kru selama proses produksi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.

"Jadi kita ngejalaninnya fun dan mudah-mudahan hasilnya juga bagus. Walaupun emang ada sedikit beban karena Ladda Land sebelumnya yang dari Thailand udah punya pasarnya yang luas banget ya. Tapi kita mencoba berkarya sebaik mungkin dan semaksimal mungkin," ungkapnya.

Perumahan Laddaland merupakan adaptasi resmi Indonesia dari film horor Thailand Ladda Land yang pertama kali dirilis pada 2011. Film ini disutradarai oleh Awi Suryadi dan diproduksi oleh MD Pictures dengan sejumlah penyesuaian pada cerita serta pendekatan budaya agar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Film tersebut mengisahkan Tomy, yang diperankan Andri Mashadi, bersama istrinya Melisa (Titi Kamal) dan kedua anak mereka yang memutuskan pindah ke sebuah kawasan perumahan mewah demi mengejar kehidupan yang lebih baik. Harapan untuk memulai lembaran baru perlahan berubah menjadi teror ketika berbagai kejadian mistis mulai menghantui lingkungan tempat tinggal mereka.

Seiring berjalannya waktu, keluarga itu dihadapkan pada berbagai gangguan supranatural dan rahasia kelam yang tersimpan di kawasan perumahan tersebut. Situasi tersebut tidak hanya menguji keberanian mereka, tetapi juga keharmonisan hubungan dalam keluarga.

Menggabungkan unsur horor psikologis dengan drama keluarga, Perumahan Laddaland dijadwalkan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pria Tergeletak di Tol Japek: Diduga Mobil Ditabrak Kendaraan Lain dan Terpental
• 1 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam: Jumat Ini Turun Rp29.000 per Gram, Buyback Ikut Melemah
• 1 jam lalu
0
thumb
Menhub Targetkan Perpres Perlindungan Ojol Terbit Sebelum 17 Agustus
• 15 jam lalu
0
thumb
Prabowo Jajal Inovasi BRIN di Istana, Injak Genteng Biomassa hingga Cicipi Air Olahan
• 17 jam lalu
0
thumb
Presiden Turun Tangan, Suhu 39 Derajat Bikin Negara Siaga
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.