JAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Jumat (7/8/2026) di zona hijau, didorong optimisme terhadap paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun yang disiapkan pemerintah.
Di saat yang sama, pelaku pasar masih bersikap hati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
IHSG dibuka menguat 8,67 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.352,38. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut naik 1,63 poin atau 0,26 persen ke level 632,49.
Selain dipengaruhi faktor teknikal, pergerakan pasar juga didukung sentimen domestik yang positif, sementara investor tetap mencermati perkembangan ekonomi global sebagai penentu arah pasar selanjutnya.
Baca Juga: IHSG Menguat usai Pengumuman Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Lampaui Ekspektasi Pasar
IHSG Berpeluang Lanjut MenguatHead of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengatakan secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas area support 6.320 hingga 6.330.
Menurutnya, apabila level tersebut mampu dipertahankan, IHSG berpotensi menguji area resistance di kisaran 6.377 hingga 6.420.
"Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut hingga menembus area uptrend dan 6.320, IHSG berisiko melanjutkan koreksi sehat untuk menguji area EMA50 sebelum kembali melanjutkan tren naik," ujar Liza dalam kajiannya, Jumat, dikutip dari Antara.
Dari dalam negeri, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Paket stimulus tersebut mencakup bantuan sosial, insentif sektor transportasi, dukungan bagi sektor pariwisata, program pelatihan tenaga kerja, serta kebijakan menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil hingga akhir tahun.
Baca Juga: IHSG Menguat di Tengah Sentimen Risk On, Pasar Nantikan Data PDB Indonesia
Langkah tersebut menjadi salah satu sentimen positif utama bagi pasar domestik karena diharapkan mampu menjaga konsumsi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pasar Menanti Data NFP Amerika SerikatPenulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV/Antara
- IHSG
- stimulus ekonomi
- NFP AS
- The Fed
- pasar saham Indonesia
- IHSG hari ini






Komentar (0)