Arah Golkar di Tengah Ancaman Dominasi Gerindra

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, FAJAR — Nasdem baru saja merebut dominasi Golkar. Terbaru, Gerindra datang dengan ancaman.

DENGAN merekrut lima kepala daerah dan akan menyusul lima lainnya, praktis kekuatan Gerindra akan bertambah. Bukan hanya Beringin, Nasdem pun dalam kondisi tertekan dengan situasi ini.

Alih-alih pennguasa, ketua Golkar di kabupaten/kota didominasi mantan kepala daerah. Jika Beringin ingin merebut singgasana yang hilang pada 2024, strategi politik harus dimulai sejak sekarang.

Kursi Ketua DPRD Sulsel terancam lepas lagi dari genggaman jika tak berhasil memenangkan pemilu lokal nanti. Jika jadi, Pemilu Lokal akan digelar pada 2031. Waktu yang masih cukup panjang untuk membangun konsolidasi.

Pintu awal untuk memulai ikhtiar itu adalah penentuan dan penguatan struktur. Di bawah kendali Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang baru saja terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel, harapan mengembalikan kejayaan kini ada di pundaknya.

Proses penyusunan kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sulsel saat ini mulai memasuki fase krusial. Setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel, IAS kini dihadapkan pada satu keputusan strategis.

Dia harus menentukan figur sekretaris yang akan menjadi motor penggerak organisasi menghadapi kontestasi politik mendatang. Bursa calon sekretaris pun mulai menghangat. Sejumlah nama kader senior hingga generasi muda bermunculan dan disebut-sebut masuk dalam radar tim formatur yang dipimpin langsung IAS.

Sedikitnya empat nama mencuat sebagai kandidat kuat, yakni Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, senior Golkar Sulsel Armin Mustamin Toputiri, mantan legislator Sulsel Arfandy Idris, serta anggota DPRD Sulsel Andi Patarai Amir.

Di antara nama-nama tersebut, figur kader muda mulai mendapat perhatian. Rahman Pina dan Andi Patarai Amir dinilai memiliki keunggulan karena masih aktif dalam dinamika politik elektoral sekaligus memiliki rekam jejak organisasi yang kuat.

Andi Patarai Amir, misalnya, dikenal sebagai mantan Ketua DPD II Golkar Maros yang berhasil membawa partai berlambang beringin itu meraih kemenangan di Maros.

Selain pernah menjabat Ketua DPRD Maros, ia kini menjadi anggota DPRD Sulsel dan memimpin Depidar SOKSI Sulsel, salah satu organisasi pendiri Partai Golkar.

Sementara Rahman Pina saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar. Politisi Makassar itu juga pernah berpengalaman sebagai anggota DPRD Makassar dan sempat menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas sekretaris partai.

Kader Militan

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof Firdaus Muhammad menilai seluruh nama yang beredar merupakan kader militan yang memiliki rekam jejak pengabdian panjang di Golkar.

“Semua kader militan dan teruji kinerja serta pengabdiannya di partai,” ujar Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar periode 2019-2023 itu.

“Yang terpenting adalah kecocokan dengan Pak IAS. Selain harus sevisi dalam mengembangkan Golkar, figur sekretaris juga harus mampu mendukung upaya partai bersaing dengan kekuatan politik lain,” sambung Firdaus.

Kemunculan kader muda seperti Rahman Pina dan Andi Patarai Amir menjadi pertimbangan yang rasional di tengah kebutuhan Golkar melakukan konsolidasi lebih dini.

“Kader muda Golkar seperti Rahman Pina dan Andi Patarai Amir menjadi pertimbangan yang tepat dan berdasar. Namun, tentu harus sejalan dengan ketua,” bebernya.

Tak ada pilihan, Golkar Sulsel harus menata diri lebih awal dan terkonsolidasi agar solid bekerja membesarkan partai secara masif. Tantangan ke depan cukup berat, terutama menghadapi Gerindra dan Nasdem di Sulsel.

Sebelumnya, Ketua DPD II Partai Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak mengakui roda organisasi Golkar Sulsel selama beberapa tahun terakhir tetap berjalan. Namun, masih banyak hal yang perlu dievaluasi agar potensi partai dapat dimaksimalkan.

“Dulu sebenarnya berjalan, cuma tidak maksimal. Banyak yang perlu dikoreksi dan dievaluasi kembali. Golkar ini punya potensi besar dan mungkin sudah saatnya kembali mempersatukan Partai Golkar,” katanya.

Ia optimistis IAS mampu mengakomodasi kader-kader potensial untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel. Kaswadi juga meyakini Golkar berpeluang merebut kembali kursi Ketua DPRD Sulsel pada Pemilu mendatang. Namun, hal itu membutuhkan konsolidasi yang cepat setelah Musda.

“Pak Ilham harus bergerak cepat melakukan konsolidasi dan memetakan kembali potensi Golkar di Sulsel. Jangan hanya melihat ketokohan kader, tetapi melihat potensi kader secara utuh,” kata Bupati Soppeng 2015-2020 dan 2020-2024 itu.

Terkait kegagalan Golkar mempertahankan posisi Ketua DPRD Sulsel pada Pemilu 2024, Kaswadi menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi partai. (ams/zuk)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wakapolri Bicara Penguatan Pusat Studi Kepolisian di Palangka Raya
• 18 jam lalu
0
thumb
Lowongan Kerja BSI Staff Program 2026 Resmi Dibuka, Fresh Graduate Bisa Daftar
• 6 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Gudang SD di Jagakarsa, Kegiatan Belajar Mengajar Terpaksa Dihentikan! | KOMPAS PETANG
• 20 jam lalu
0
thumb
Penanganan Pasien AIDS-TBC Terhambat Stigma, Puskesmas di Yogya Perkuat Edukasi
• 18 jam lalu
0
thumb
Pengangguran Turun, Anggota DPR Dorong Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pekerjaan
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.