Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten media, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) melonjak sekitar 274% dalam satu bulan terakhir, dan menjadi salah satu saham dengan penguatan tertinggi di pasar.
PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang merupakan pemegang saham pengendali MDIA turut kecipratan cuan. Berdasarkan keterbukaan informasi terakhir, VIVA masih menggenggam sekitar 80,73% saham MDIA. Dengan porsi kepemilikan tersebut, setiap kenaikan kapitalisasi pasar MDIA secara langsung turut meningkatkan nilai investasi VIVA di anak usahanya.
Lonjakan harga saham MDIA pun kembali memunculkan perhatian terhadap valuasi VIVA. Pasalnya, kenaikan nilai aset yang dimiliki VIVA melalui kepemilikan mayoritas di MDIA dinilai berpotensi belum sepenuhnya tercermin pada harga saham VIVA di pasar. Tak hanya dari sisi kapitalisasi pasar, saham VIVA sendiri ikut naik 65,71% dalam sebulan.
VIVA memiliki kepemilikan mayoritas di MDIA, sehingga secara valuasi kenaikan kapitalisasi pasar MDIA tentu akan meningkatkan nilai investasi VIVA. Namun, pasar juga akan melihat apakah kenaikan valuasi tersebut dapat dikonversi menjadi peningkatan nilai bagi pemegang saham melalui kinerja operasional ataupun aksi korporasi ke depan.
Di sisi lain, investor sebaiknya tidak hanya berfokus pada kenaikan harga saham anak usaha. Fundamental bisnis, prospek pertumbuhan, struktur keuangan, hingga strategi perusahaan dalam mengoptimalkan aset tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan dalam menentukan valuasi saham induk.
Sementara itu, hingga saat ini belum terdapat informasi material maupun aksi korporasi yang diumumkan perseroan sebagai pemicu utama lonjakan harga saham MDIA. Dalam jawaban atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen MDIA menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi investor. Perseroan juga menyampaikan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang.
Pergerakan harga saham MDIA yang sangat signifikan sebelumnya juga sempat membuat BEI menghentikan sementara perdagangan saham tersebut sebagai langkah cooling down. Suspensi kemudian dicabut setelah bursa memberikan waktu kepada investor untuk mempertimbangkan informasi yang tersedia.
Dengan kepemilikan mencapai 80,73%, VIVA menjadi pihak yang paling diuntungkan apabila valuasi MDIA terus meningkat. Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku pasar mulai mencermati apakah kenaikan nilai aset MDIA pada akhirnya akan menjadi katalis positif bagi pergerakan saham VIVA.
Meski demikian, Abdul Azis mengingatkan bahwa investor tetap perlu mengedepankan kehati-hatian. Menurutnya, kenaikan harga saham yang berlangsung dalam waktu singkat umumnya diikuti volatilitas yang tinggi, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada analisis fundamental dan prospek bisnis jangka panjang.
(ayh/ayh)




Komentar (0)