HARIAN.FAJAR.CO.ID, BONE, — Keluarga GSY, balita empat tahun yang meninggal setelah tertabrak mobil di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Bone, mempertanyakan sejumlah keterangan Polres Bone terkait kecelakaan tersebut.
Keluarga menyebut ada fakta dalam keterangan kepolisian yang tidak sesuai dengan kondisi yang mereka alami setelah kecelakaan.
Salah satu yang dipersoalkan adalah keterangan bahwa Herniati (45), ibu GSY yang ikut berada di atas sepeda motor, tidak mengalami luka.
Keluarga menyebut kondisi Herniati justru masih menunjukkan dampak benturan hingga dua hari setelah kecelakaan.
Kakak GSY, Nimra Ani Rahman (25), mengatakan mata ibunya mengalami lebam hingga menghitam. Selain itu, terdapat luka gores pada bagian kaki Herniati.
“Padahal mata ibuku sampai sekarang masih lebam menghitam akibat benturan,” kata Nimra, Jumat, 7 Agustus 2026.
Keterangan tersebut berbeda dengan informasi yang sebelumnya disampaikan kepolisian. Dalam keterangan resmi terkait kecelakaan yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Bone di media, pengemudi mobil, pengendara motor, dan Herniati disebut tidak mengalami luka.
Perbedaan kondisi tersebut dinilai keluarga perlu diperjelas dalam proses penanganan perkara. Apalagi Herniati merupakan salah satu orang yang berada di atas motor ketika kendaraan tersebut ditabrak dari belakang.
Kondisi luka Herniati nantinya dapat diuji melalui pemeriksaan medis maupun dokumen perawatan untuk memastikan dampak benturan yang dialaminya.
Selain soal luka, keluarga juga mempertanyakan uraian mengenai posisi sepeda motor sebelum kecelakaan.
Polres Bone sebelumnya menyebut Honda Scoopy yang dikendarai MS (19) berhenti di persimpangan karena hendak memasuki jalan perempatan.
Namun, keluarga menegaskan motor tersebut berhenti karena lampu lalu lintas sedang berwarna merah.
“Iya, sudah pasti singgah karena lampu merah,” ujar Nimra.
Perbedaan ini menjadi bagian penting dalam mengurai rangkaian kecelakaan. Posisi motor, kondisi lampu lalu lintas, hingga jarak dan kecepatan kendaraan sebelum benturan dapat menjadi bagian yang perlu diuji melalui keterangan saksi, rekaman kamera pengawas maupun hasil olah tempat kejadian perkara.
Keluarga juga mempertanyakan dugaan gangguan sistem pengereman Daihatsu Xenia yang dikemudikan Ipda MA (49), anggota Polres Bone.
Polisi sebelumnya menyebut gangguan pengereman sebagai dugaan awal yang menyebabkan mobil menabrak bagian belakang motor korban.
Nimra mengatakan keluarga memiliki rekaman video berdurasi sekitar satu menit setelah kecelakaan.
Menurut dia, rekaman tersebut memperlihatkan seorang polisi masuk ke dalam mobil.
“Mereka juga bilang rem blong, padahal di video satu menit itu ada polisi yang masuk ke dalam mobil,” katanya.
Namun, keberadaan polisi yang masuk ke mobil setelah kecelakaan tidak serta-merta membuktikan apakah sistem pengereman kendaraan berfungsi atau mengalami gangguan sebelum benturan. Hal tersebut tetap membutuhkan pemeriksaan teknis terhadap kendaraan.
Terpisah, Kabid Humas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar sebelumnya mengatakan gangguan pengereman terjadi ketika kendaraan hendak berhenti di lampu merah.
Menurut Rayendra, mobil tersebut mendadak mengalami gangguan pengereman. Namun, penyebab teknis gangguan tersebut, termasuk kemungkinan adanya komponen yang aus, masih perlu diperiksa.
“Pada saat mau berhenti karena lampu merah dan mau digunakan mendadak blong. Untuk apakah sudah aus masih perlu penyelidikan,” ujar Rayendra.
Polres Bone juga sebelumnya memastikan dugaan rem blong belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan.
Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kondisi kendaraan, keterangan saksi, serta bukti lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Kecelakaan terjadi di perempatan Jalan Ahmad Yani, Bone, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Xenia yang dikemudikan Ipda MA menabrak bagian belakang Honda Scoopy yang ditumpangi MS, Herniati, dan GSY.
GSY mengalami luka dan sempat mendapat penanganan di RSUD Tenriawaru Watampone. Keluarga menyebut balita tersebut masih sempat berbicara dan meminta air minum sebelum kondisinya memburuk. GSY kemudian meninggal dunia setelah menjalani perawatan.
Keluarga kini berharap seluruh perbedaan keterangan tersebut dapat diuji dalam proses penyidikan, termasuk kondisi Herniati, posisi kendaraan ketika kecelakaan terjadi, serta kondisi teknis Xenia yang disebut mengalami gangguan pengereman. (an)






Komentar (0)