995 Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno Ditemukan di Sekolah Jaksel, Siapa Pemiliknya?

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 995 senjata api ditemukan di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan (Jaksel). Pemeriksaan berikutnya mengungkap temuan lain berupa narkoba, dan CD porno. Polisi kini menyelidiki asal-usul seluruh temuan. Siapa pemilik barang-barang tersebut?

Penemuan ratusan senjata beserta sejumlah barang lain bermula ketika pengelola sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, melakukan penataan ruangan yang sebelumnya tidak digunakan. Ruangan tersebut diketahui pernah dipakai oleh mantan ketua yayasan dan akan dialihfungsikan untuk kepentingan kegiatan sekolah.

Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, mengatakan proses pembukaan ruangan dilakukan pada 10 dan 11 Juli 2026. Saat itu, pihaknya dikejutkan dengan keberadaan ratusan senjata beserta perlengkapannya.

“Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain,” kata Hermawanto kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8).

Penemuan belum berhenti di situ. Ketika ruangan lain dibuka pada Rabu (5/8) malam untuk kebutuhan guru, pihak sekolah kembali menemukan sejumlah barang yang memicu perhatian.

“Kemudian pada tadi malam, hari Rabu gitu ya, hari Rabu tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba, dan menemukan CD porno,” ujarnya.

Dari hasil temuan sementara, terdapat empat senjata laras panjang, dua senjata laras pendek, peredam, tujuh magasin berbagai jenis, amunisi dengan beragam kaliber, sejumlah unit airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47, dan M4 Carbine. Selain itu, ditemukan pula taser gun, alat pembuat peluru, hingga buku panduan pembuatan peluru.

Di tengah proses pemeriksaan, pihak sekolah mengaku masih menemukan satu ruangan lain yang bentuknya menyerupai bunker. Ruangan tersebut masih terkunci rapat sehingga belum dapat diperiksa.

“Masih ada satu ruangan seperti bunker yang itu semua terkunci rapat, kami tidak bisa masuk ke sana. Kami juga akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami untuk membuka ruangan ini karena kalau kami khawatir ada risiko hukum gitu kan, maka kami meminta aparat untuk membukanya. Jadi kami ingin bunker ini juga dibuka kemudian,” tutur Hermawanto.

Pemilik Klaim Airsoft Gun Berizin

Di sisi lain, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, mengaku sebagai pemilik ratusan airsoft gun yang ditemukan. Ia menegaskan seluruh perlengkapan tersebut memiliki izin resmi.

“Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya.”

Ia kembali menegaskan bahwa barang yang dimaksud merupakan airsoft gun.

“Airsoft gun, 995 ya. Semua ada izinnya kok gitu.”

Menurut Alhadid, perlengkapan tersebut telah disimpan sejak 2020 dan awalnya digunakan untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.

“Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya yang berinisial S,” ujarnya.

Ia menjelaskan kegiatan ekstrakurikuler tersebut berhenti setelah pembinanya yang berinisial S meninggal dunia pada 2022. Sejak saat itu, airsoft gun yang disimpan di lokasi tidak lagi digunakan dan, menurutnya, sebagian besar sudah tidak berfungsi.

“Jadi yang kemarin disita sama polisi pun kita udah cek, ya memang udah enggak bisa digunakan lagi itu airsoft gun-nya. Jadi ini klarifikasi aja semua, izin-izinnya semua kita punya,” ucapnya.

Alhadid juga membantah narkoba maupun CD yang diduga berisi konten pornografi merupakan milik pihaknya. Ia beralasan sejak April 2026 pengelolaan yayasan telah berada di bawah pembina lain yang berinisial N.

Selain itu, ia memastikan senjata api yang ditemukan bukan milik PT Lokta Karya Perbakin. Meski demikian, ia mengaku mengetahui identitas pemiliknya dan menyebut dokumen perizinan senjata tersebut telah diserahkan kepada kepolisian.

“Senpi yang api itu bukan. Kita udah klarifikasi juga di Polres, itu ada pemiliknya dan itu ada izinnya juga. Kita kasih izinnya,” katanya.

Polisi Masih Selidiki

Polres Metro Jakarta Selatan memastikan kasus tersebut telah masuk tahap penyelidikan. Polisi menerima laporan masyarakat terkait penemuan senjata di lingkungan yayasan sekolah dan sebelumnya juga telah membuat laporan model A mengenai temuan air gun serta senjata api tersebut.

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengatakan penyelidikan dilakukan untuk memastikan asal-usul seluruh barang yang ditemukan beserta legalitas kepemilikannya.

“Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari air gun dan senjata api) yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang selanjutnya dibuat dalam bentuk Laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026,” kata Joko. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Awak Shenzhou-21 tampil perdana usai rekor misi antariksa 210 hari
• 13 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam: Jumat Ini Turun Rp29.000 per Gram, Buyback Ikut Melemah
• 3 jam lalu
0
thumb
DJP Tunda Penerapan Pajak Marketplace hingga November 2026 untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
• 23 jam lalu
0
thumb
Omoda O4 Usung Konsep Cyber Verse, Mobil Listrik yang Ingin Jadi Ruang Hidup Digital
• 23 jam lalu
0
thumb
Niatnya Menonton Pawai Kemerdekaan Berujung Celaka, Seorang Ibu Histeris Diduga Ditabrak Oknum Polisi
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.