Liputan6.com, Jakarta - Gelombang kritik menyoroti respons para tenaga kesehatan (nakes) yang mencemooh curhatan hati (curhat) seorang pasien BPJS, bernama Yurizal Tri Chaerawan terkait pelayanan dialami di rumah sakit. Publik mengecam komentar bernada nirempati tenaga kesehatan terhadap Yurizal, sebelum meninggal dunia.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, pasien peserta BPJS ini sempat membagikan pengalaman pahitnya harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap. Namun, alih-alih memetik simpati, unggahan tersebut justru dibanjiri cemoohan sinis dari sejumlah akun tenaga kesehatan.
Advertisement
Kasus yang viral di media sosial itu memicu gelombang kritik terhadap profesionalisme pelayanan kesehatan. Sejumlah pihak menilai persoalan ini tidak hanya menyangkut etika komunikasi, tetapi juga menyentuh aspek disiplin profesi yang dapat berujung pada sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran.
Kendati sejumlah tenaga kesehatan itu telah meminta maaf, namun permintaan maaf dinilai belum cukup untuk menutup polemik yang muncul dalam kasus penanganan pasien Yurizal. Di tengah sorotan publik terhadap sikap tenaga kesehatan (nakes) yang dianggap tidak menunjukkan empati, proses pemeriksaan internal dan pemberian sanksi kini menjadi perhatian.





Komentar (0)