Jakarta, VIVA – Persaingan industri otomotif semakin menarik dengan hadirnya mobil listrik berharga kompetitif dan model hybrid baru. Namun, di balik ramainya peluncuran kendaraan, tantangan pasar dan strategi harga juga menjadi perhatian pembaca VIVA Otomotif. Berikut tiga artikel terpopuler kemarin:
1. Mobil Listrik Sudah Murah tapi Konsumen Masih Ragu, Ternyata Ini Biang Keroknya
- VIVA/Krisna Wicaksono
Harga mobil listrik di Indonesia terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, harga yang lebih terjangkau belum sepenuhnya mampu menghilangkan keraguan masyarakat untuk beralih dari mobil bermesin konvensional.
Sejumlah faktor seperti kekhawatiran terhadap infrastruktur pengisian daya, nilai jual kembali, hingga biaya penggantian baterai masih menjadi pertimbangan utama calon konsumen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik masih menjadi pekerjaan rumah bagi industri otomotif. Baca selengkapnya.
2. Menguji Suzuki XL7 New Alpha Hybrid di GIIAS 2026, Begini Impresi Pertamanya
- VIVA/Yunisa Herawati
Suzuki memberikan kesempatan kepada pengunjung GIIAS 2026 untuk menjajal New XL7 Alpha Hybrid melalui area test drive. Mobil keluarga berteknologi Smart Hybrid itu menawarkan karakter berkendara yang tetap familiar dengan tambahan bantuan sistem elektrifikasi ringan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Pada impresi pertama, SUV tujuh penumpang tersebut menghadirkan kenyamanan yang menjadi salah satu keunggulannya sebagai kendaraan keluarga. Penyegaran pada fitur dan tampilan juga membuat New XL7 Alpha Hybrid tampil lebih kompetitif di segmen SUV menengah. Baca selengkapnya.
3. Perang Harga Mobil Bisa Jadi Bumerang bagi Industri Otomotif RI
- VIVA/Krisna Wicaksono
Persaingan harga yang semakin agresif di pasar otomotif dinilai membawa dua sisi yang berbeda. Di satu sisi konsumen diuntungkan karena memperoleh pilihan kendaraan dengan harga lebih kompetitif, namun di sisi lain kondisi tersebut berpotensi menekan profitabilitas produsen dan jaringan dealer.
Pelaku industri menilai perang harga yang berlangsung terlalu lama dapat mengganggu keberlanjutan investasi, pengembangan produk baru, hingga kualitas layanan purnajual. Karena itu, persaingan dinilai perlu tetap mengedepankan inovasi dan nilai produk, bukan hanya harga semata. Baca selengkapnya.






Komentar (0)