JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pondok pesantren berasrama dengan jumlah santri seribu atau lebih, dapat membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Sudaryono, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan program MBG tanpa mengabaikan aspek mutu layanan dan keamanan pangan.
"Pesantren yang memiliki lebih dari seribu santri dan menggunakan sistem berasrama dapat membangun dapur sendiri,” tegasnya, Kamis (6/8/2026), dikutip dari keterangan tertulis BGN.
“Namun, dapur tersebut harus memenuhi standar SPPG, termasuk memiliki persyaratan kesehatan dan sanitasi yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Baca Juga: Kepala BGN Bakal Tangguhkan Dapur dan Copot Kepala SPPG jika Ada Keracunan MBG
Sementara untuk pesantren dengan jumlah santri di bawah ketentuan itu, akan dilayani oleh SPPG terdekat.
Ia menambahkan, penerapan standar operasional yang sama di seluruh dapur MBG menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat.
Oleh sebab itu, lanjut Sudaryono, pembangunan dapur, termasuk di lingkungan pondok pesantren, wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Yang kami bangun bukan hanya jangkauan layanan, tetapi juga kualitasnya,” tegasnya.
“Di mana pun dapur MBG beroperasi, standar pelayanan, keamanan pangan, dan higienitas harus sama agar seluruh penerima manfaat memperoleh makanan bergizi yang aman dan berkualitas," tuturnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- bgn
- sudaryono
- pondok pesantren
- mbg
- kepala BGN
- dapur MBG






Komentar (0)