Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan keamanan data dalam proyek satelit Lampung-1 tetap berada di bawah otoritas Indonesia.
Arif Satria Kepala BRIN menyampaikan penegasan tersebut untuk menjawab BRIN termasuk yang terlibat dalam proses itu, dan itu pula yang kemarin sudah didiskusikan bagaimana soal keamanan data dan lain sebagainya,” kata Arifkekhawatiran mengenai potensi kebocoran data karena proyek itu melibatkan kerja sama antara Indonesia dan China.
“Memang Pemerintah Lampung dan juga berbagai pemegang otoritas yang ada di Indonesia sudah koordinasi dengan BRIN. BRIN termasuk yang terlibat dalam proses itu, dan itu pula yang kemarin sudah didiskusikan bagaimana soal keamanan data dan lain sebagainya,” kata Arif di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026) dikutip Antara.
Arif menegaskan pengelolaan dan penyimpanan seluruh data yang berkaitan dengan kepentingan Indonesia akan berada di bawah kewenangan BRIN.
“Tetapi yang jelas semua terkait dengan soal penyimpanan data dan lain sebagainya yang untuk Indonesia itu BRIN yang akan memiliki otoritas. Insyaallah aman,” ujarnya.
Selain memastikan keamanan data Lampung-1, BRIN juga tengah menyiapkan peluncuran satelit buatan dalam negeri bernama BRIN NEO-1. Satelit tersebut ditargetkan mengorbit pada awal 2027.
“Nah tetapi yang paling penting lagi kita insyaallah juga akan launching satelit juga BRIN, BRIN NEO-1 itu produksi BRIN sendiri, pabriknya ada di Bogor. Segera kita akan launching awal 2027,” kata Arif.
Sebelumnya, perusahaan antariksa komersial China STAR.VISION meluncurkan satelit Oriental Smart Eye (OSE) Hyperspectral-01 dan Hyperspectral-02 ke orbit pada Rabu (5/8/2026) pagi.
Peluncuran dilakukan menggunakan roket pengangkut Jielong-3 Y12 dari perairan lepas pantai Kota Haiyang, Provinsi Shandong, China.
Satelit OSE Hyperspectral-01 dikembangkan STAR.VISION bersama Universitas Wuhan dan sejumlah institusi terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Lampung.
Satelit yang diberi nama Lampung-1 oleh Indonesia tersebut menjalankan misi kerja sama Indonesia-China dalam bidang penginderaan jauh, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pengembangan kapasitas antariksa. (ant/bil/ipg)





Komentar (0)