Wall Street Turun, Investor Pantau Negosiasi Selat Hormuz

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan Kamis (6/8). Penurunan terjadi imbas sikap hati-hati investor yang mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz di tengah musim rilis laporan keuangan emiten.

Indeks S&P 500 turun 0,18% ke level 7.709,96. Nasdaq Composite terkoreksi 0,06% menjadi 26.348,35, sedangkan Dow Jones Industrial Average merosot 464,02 poin atau 0,85% ke level 53.885.

"Kondisi pasar tampaknya sedang mengambil jeda setelah periode perdagangan yang cukup aktif akibat musim laporan keuangan," kata Kepala Ekspansi Ritel dan Produk Investasi Alternatif Cboe JJ Kinahan dikutip dari CNBC, Jumat (7/8).

Kinahan menjelaskan, laba dan pendapatan yang melampaui ekspektasi belum tentu mampu mendorong harga saham apabila disertai prospek bisnis yang lemah. Selain itu, aksi ambil untung juga diduga membebani pergerakan pasar, terutama pada saham-saham yang telah mencatat kenaikan tajam dalam setahun terakhir.

Sementara itu, pelemahan Dow Jones dipicu turunnya saham Salesforce sekitar 3% setelah perusahaan mengumumkan perubahan susunan kepemimpinan.

Dalam 12 bulan terakhir, saham Sandisk telah melonjak hampir 3.000%, sedangkan Western Digital menguat lebih dari 500%.

Saham Sandisk juga anjlok lebih dari 6% setelah membukukan kinerja kuartal keempat fiskal yang mengecewakan investor. Sementara itu, AppLovin merosot hampir 20% setelah merilis hasil kuartalan yang beragam. 

Saham Western Digital juga turun 13% akibat proyeksi kinerja kuartal pertama yang di bawah ekspektasi meski laba kuartal keempatnya melampaui perkiraan analis.

Adapun harga minyak dunia naik setelah media pemerintah Iran melaporkan adanya rancangan aturan yang berpotensi melarang kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi Selat Hormuz. Kantor berita Fars menyebut, rancangan tersebut masih dalam pembahasan di komite parlemen Iran.

Situasi di kawasan memanas setelah ledakan dilaporkan terdengar di lepas pantai Oman saat sebuah kapal tanker melintasi Selat Hormuz.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,8% dan ditutup di US$ 77,29 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent menguat 3,8% menjadi US$ 82,48 per barel.

Kendati demikian, Iran dan Oman dikabarkan semakin dekat mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Berdasarkan kesepakatan sementara, kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut tidak akan dikenakan biaya maupun tarif.

Analis strategi Deutsche Bank Jim Reid mengatakan, perhatian pasar kini bergeser dari kemungkinan tercapainya kesepakatan menuju bentuk pengaturan akhir yang akan diterapkan. Menurut dia, para pelaku asar telah beberapa kali menghadapi harapan yang ternyata tidak terwujud sepanjang konflik ini.

"Meski rincian kesepakatan semakin jelas, masih ada pertanyaan yang belum terjawab, termasuk apakah Iran nantinya akan diizinkan mengenakan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz," ujar Reid.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa Hari Ini Guncang Barat Daya Pangandaran Jabar, Cek Kekuatan Magnitudonya!
• 20 jam lalu
0
thumb
Kemenhub audit sistem manajemen keselamatan pascainsiden KMP Mutiara
• 3 jam lalu
0
thumb
Indonesia Wajib Menang! Luciano Leandro Beberkan 3 Resep Taklukkan Singapura di Piala AFF 2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Gempa M 5,8 Guncang Filipina, Warga Panik-Gedung Goyang
• 1 jam lalu
0
thumb
Mediasi Kedua Hak Asuh Anak Ruben Onsu Ditunda, Pihak Sarwendah Jelaskan Agenda yang Seharusnya Dibahas
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.