Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 6 Agustus 2026, untuk menemui masyarakat yang terdampak tumpahan minyak Montara di Laut Timor.
Kunjungan atas arahan Presiden Prabowo Subianto itu menjadi wujud perhatian pemerintah, dalam mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat sekaligus meninjau perkembangan penanganan dampak lingkungan dan sosial ekonomi yang masih dirasakan hingga saat ini.
Di sana, Purbaya pun mengunjungi Tablolong, Kabupaten Kupang, dan berdialog dengan masyarakat yang selama 16 tahun terakhir menghadapi berbagai konsekuensi akibat tumpahan minyak Montara yang terjadi pada tahun 2009.
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Pertemuan tersebut difokuskan untuk menghimpun berbagai masukan terkait kondisi masyarakat serta langkah-langkah yang diperlukan guna mendukung percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang masih dihadapi.
Sebelum bertolak ke NTT, Purbaya telah melaporkan rencana kunjungannya kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden juga menitipkan salam kepada masyarakat, serta meminta agar seluruh aspirasi yang disampaikan warga dihimpun untuk menjadi bahan tindak lanjut pemerintah.
"Sebelum saya ke sini, saya lapor ke Bapak Presiden. Bapak Presiden mengirimkan salam untuk seluruh masyarakat di sini," kata Purbaya dalam keterangannya, Kamis, 6 Agustus 2026.
"Semua keluhan yang disampaikan akan saya tampung dan saya laporkan kepada Bapak Presiden karena beliau memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat di wilayah ini," ujarnya.
Purbaya mengungkapkan, dirinya telah mengikuti perkembangan penyelesaian persoalan Montara sejak beberapa tahun lalu. Bersama Ferdi Tanoni, Menkeu pernah tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Montara pada tahun 2018, sehingga memiliki pemahaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat terdampak.
"Saya dan Pak Ferdi pernah bersama-sama tergabung dalam Satgas Montara sekitar tahun 2018. Dalam pertemuan ini, kami berdiskusi mengenai perkembangan kondisi masyarakat NTT, khususnya mereka yang terdampak kerugian lingkungan dan kerugian ekonomi akibat tumpahan minyak Montara di Laut Timor pada tahun 2009," kata Purbaya.
Menurutnya, permasalahan yang ditimbulkan akibat tumpahan minyak Montara tidak hanya berkaitan dengan pencemaran lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.
Selama bertahun-tahun, nelayan mengalami penurunan hasil tangkapan, aktivitas budidaya rumput laut terganggu, dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada sektor kelautan turut mengalami penurunan pendapatan.






Komentar (0)