JAKARTA, KOMPAS.com - Kekeringan meluas ke sejumlah wilayah di Indonesia pada 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada akhir Juli mengungkapkan, sedikitnya 13 provinsi di Indonesia mengalami kekeringan.
Dari jumlah tersebut, 6 provinsi dan 47 kabupaten/kota sudah menetapkan status siaga darurat.
Rata-rata daerah yang menetapkan siaga darurat adalah yang secara historis mengalami kebakaran hutan dan lahan, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Baca juga: Perangi Dampak El Nino, Kementerian PU Bergerak Cepat Tangani 492 Titik Kekeringan di Indonesia
Dalam seminggu terakhir, BNPB juga sudah berkali-kali melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
Pada Kamis (6/8/2026) misalnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melaporkan pendistribusian 40.000 liter air bersih ke Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Sebab, terdapat tiga kecamatan di wilayah itu yang mengalami kekeringan akibat ketiadaan hujan, yakni kecamatan Sarirejo, Ngimbang, dan Bluluk.
Sebanyak 741 kepala keluarga mengalami krisis air bersih.
Tak hanya Lamongan, peristiwa kekeringan turut terjadi di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.
Sebanyak 10 kecamatan mengalami kesulitan air bersih akibat berkurangnya debit sumber air yang digunakan untuk pemenuhan aktivitas sehari-hari.
Kemudian, pada hari Rabu (5/8/2026), BPBD Cilacap kembali lakukan droping air bersih ke beberapa titik dengan total mencapai 28.000 liter.
Masih di Provinsi Jawa Tengah, peristiwa serupa melanda wilayah Kabupaten Purworejo.
Sebanyak 107 kepala keluarga yang berada di empat kecamatan terdampak, karena berkurangnya sumber air bersih warga.
Kecamatan terdampak antara lain, Kecamatan Bagelen, Loano, Purworejo, dan Gebang.
"BPBD Kabupaten Purworejo beserta tim gabungan kembali lakukan distribusi air bersih pada Rabu (5/8/2026) sebanyak 30.000 liter untuk beberapa desa terdampak," kata Abdul Muhari, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Kemendikti: Penulis Utama Makalah MBG yang Catut Nama Prabowo Bukan Dosen
Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, juga tidak luput dari dampak kekeringan.
Musim kemarau yang masih berlangsung menyebabkan penyusutan debit air sungai dan sumur-sumur warga.
Kekeringan di wilayah ini menyebabkan 448 kepala keluarga mengalami kesulitan air bersih.
Pada akhirnya, BPBD Kabupaten Sragen bersama aparat terkait kembali memberikan dukungan berupa 41.000 air bersih untuk warga terdampak.
Belum lagi di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Sebanyak 65 kepala keluarga di Kecamatan Pagaden, Subang, kesulitan mendapatkan air bersih hingga pihaknya harus mendistribusikan air sebanyak 5.000 liter.






Komentar (0)