JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Tim Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) 1998, Prof Hermawan Sulistyo mengimbau semua pihak untuk tidak melakukan kerusuhan jika menggelar aksi unjuk rasa.
Hermawan menyampaikan hal itu dalam Program Satu Meja The Forum, KompasTV, Rabu malam (5/8/2026) membahas tentang desas desus bakal adanya kerusuhan di Indonesia pada Agustus ini.
“Terus yang terakhir mudah-mudahan tidak rusuh. Saya imbau teman-teman, pemain lama yang turun ke jalan. ini situasinya sudah berbeda ya,” kata dia.
“Kalau masih muda tidak radikal, itu tidak punya hati. Kalau sudah tua masih radikal, itu tidak punya otak dan saya sudah mulai punya otak,” tambahnya.
Dalam dialog tersebut, Hermawan juga menyampaikan bahwa ada aksi unjuk rasa berbayar dan ada yang tidak. Aksi unjuk rasa dengan massa bayaran itulah yang menurutnya sering mengganggu atau merusak.
Baca Juga: Jusuf Kalla Respons Isu Demo Besar Agustus: Beri Pendapat Bisa Saja, Asal Jangan Merusak
Ia pun mengimbau agar para pejabat tidak asal bicara dalam menyikapi aspirasi atau keinginan rakyat. Hermawan menyampaikan pendapatnya tentang upaya jangka pendek hingga panjang terkait aksi.
“Jangka pendek misalnya mari beli plester ramai-ramai mulutnya pejabat sama anggota DPR tuh diplester saja, begitu, supaya enggak celometan, malah bikin rusuh gitu.”
Hermawanjuga menyarankan pembangunan semacam taman yang berfungsi sebagai area kebebasan berbicara, seperti hyde park di London.
“Nah, lalu jangka menengah, jangka panjangnya adalah kita siapkan saluran dari jalanan ke pawai-pawai alegoris misalnya,” tambahnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- hermawan sulistyo
- ketua tim investigasi tgpf
- aksi unjuk rasa
- unjuk rasa
- demonstrasi






Komentar (0)