jpnn.com, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot kepala SPPG di Jayapura seusai insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.
"Sudah, sudah kami copot," kata Sudaryono ditemui seusai rapat koordinasi refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8).
BACA JUGA: Siswa di Jayapura Diduga Keracunan Makanan, Wamendagri Langsung Bergerak
Mas Dar -panggilan akrab Sudaryono- menegaskan BGN juga telah mengirimkan tim untuk menginvestigasi kasus keracunan tersebut dan menemukan bahwa waktu memasak di SPPG tersebut terlalu cepat, sehingga makanan didistribusikan pada siswa terlalu lama dari waktu memasak.
"Berdasarkan sistem yang kita punya dan pengakuan setelah kronologinya, mereka mulai memasaknya itu terlalu cepat, jam 7 malam di hari sebelumnya sudah mulai memasak, sehingga diberikan di jam 11, dan ada beberapa juga yang keracunan saya lihat itu ada yang sudah dibawa dalam kondisi rusak, lalu yang masih kami validasi lagi, ada anak yang membawa pulang MBG-nya," paparnya.
BACA JUGA: Gagalkan Peredaran 24 Ribu Batang Rokok Ilegal, Bea Cukai Jayapura Ungkap Kronologinya
Sebelumnya dilaporkan bahwa sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Rabu (5/8) pagi.
Setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura, delapan pasien yang diduga mengalami insiden keamanan pangan tersebut berangsur membaik, bahkan satu pasien telah diizinkan pulang.
BACA JUGA: Yayasan Jabal Quran-PPUMI Pastikan SPPG MBG Penuhi Standar, Terbuka untuk Audit
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari, mengatakan penanganan korban keracunan makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mulai menunjukkan perkembangan positif memasuki hari ketiga pascakejadian.
Menurutnya, berdasarkan perkembangan epidemiologi, jumlah kasus baru terus menurun dan kondisi sebagian besar pasien yang masih menjalani perawatan berangsur membaik.
"Kasus-kasus akut sudah jauh berkurang dibandingkan hari pertama dan kedua. Penambahan kasus baru juga sudah sangat menurun, bahkan hingga siang ini belum ada laporan kasus baru," katanya.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean





Komentar (0)