Pertamina Patra Niaga Kenalkan Inovasi Tukar Jerami kepada Staf Khusus Wapres

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memperkenalkan inovasi Skema Tukar Jerami dalam Program Prakarsa Bagja Juara kepada Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa.

Inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular tersebut ditinjau Tina saat melakukan kunjungan kerja ke Yayasan Hidayatul Burhan, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang.

BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Alsintan Listrik untuk Petani

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat implementasi Program Prakarsa Bagja Juara yang dikembangkan Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Cikampek. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah, pertanian berkelanjutan, dan pemanfaatan energi terbarukan.

Staf Khusus Wapres RI Tina Talisa mengapresiasi program tersebut karena mampu mengintegrasikan pengelolaan limbah pertanian, pelestarian lingkungan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

BACA JUGA: Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Raih Sertifikasi Terminal Hijau

“Melalui program ini, jerami yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial,” ujar Tina, Kamis (6/8).

Menurut Tina, masyarakat dapat memperoleh manfaat sesuai jumlah jerami yang dikumpulkan. Selain ditukar dengan pupuk dan air RO, nilai jerami juga dapat digunakan untuk membantu biaya pemasangan sambungan baru Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas.

BACA JUGA: Kisah Kru Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro Dari Selat Hormuz ke Tanah Air

“Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Sebelum Program Prakarsa Bagja Juara dijalankan, jerami pascapanen di Desa Pasirtanjung umumnya dibakar karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi. Praktik pembakaran terbuka tersebut berpotensi menyebabkan pencemaran udara, meningkatkan emisi, mengganggu kesehatan masyarakat, dan mengurangi jumlah bahan organik yang kembali ke tanah.

Melalui program ini, sekitar dua hingga tiga ton jerami per musim panen yang sebelumnya menjadi limbah mulai dikelola secara produktif. Pengelolaan tersebut diharapkan dapat mengurangi pembakaran terbuka sekaligus menciptakan sumber nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Inovasi Bank Jerami juga telah memperoleh penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI sebagai Program Pemberdayaan Petani Pertama melalui Tukar Jerami dengan Air.

Selain Bank Jerami, rombongan meninjau Bank Sampah WISE, Bank Sampah Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, kawasan Eco-Agro Santri, pembangkit listrik tenaga surya, instalasi biogas, serta pengolahan limbah menjadi pupuk organik dan media tanam.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, Jaenal Apip, mengatakan pesantren mengembangkan tiga pilar Santri Tangguh, yaitu Al-Qur'an, literasi digital, dan keterampilan pertanian. Kolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga yang berjalan sejak 2024 dinilai membantu pengembangan pendidikan berbasis lingkungan dan kemandirian pesantren.

“Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga, kami dapat mengembangkan Eco-Agro Santri. Program ini tidak hanya membekali santri dengan pendidikan agama, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, pertanian, dan kemandirian,” ujar Jaenal.

Program Agro Santri saat ini mampu menghasilkan sekitar 250 kilogram sayuran untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para santri. Melalui Program Desa Energi Berdikari, pesantren juga memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pertanian. 

Penggerak lokal Program Prakarsa Bagja Juara, Endang Sutisna, mengatakan program tersebut telah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan membuka peluang kegiatan ekonomi produktif.

“Program ini mendorong masyarakat untuk lebih mandiri melalui pengelolaan lingkungan, pertanian, dan pemanfaatan energi terbarukan,” kata Endang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Vice President Community Involvement and Development PT Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari, Manager Community Involvement and Development Siti Rachmi Indahsari, serta Pjs. Area Manager Communication, Relations and CSR Regional JBB Reno Fri Daryanto.

Hadir pula Sekretaris Desa Pasirtanjung Ratim, jajaran Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, penggerak lokal, serta kelompok masyarakat binaan seperti GEMKA, Bank Sampah WISE, gabungan kelompok tani, Pamsimas, Agro Santri, dan UMKM Dapur Teteh.(esy/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis, 6 Agustus 2026: Leo Dipenuhi Keberuntungan, Capricorn Jangan Gegabah Soal Uang
• 12 jam lalu
0
thumb
Gempa M 5,4 Guncang Boven Digoel Papua
• 22 jam lalu
0
thumb
Viral Komentar Nirempati ke Pasien BPJS, Dua Oknum Nakes Minta Maaf
• 4 jam lalu
0
thumb
Mayat Ditemukan di Bagasi Mobil di Grobogan, Diduga Bos Konter Hp yang Diculik
• 4 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jaya Siap Hadapi Praperadilan Jilid 4 Roy Suryo Soal Pencekalan
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.