REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) yang menjadi bagian ekosistem Danantara Indonesia dan Yayasan Bina Astacita Center (BACenter) saling berkolaborasi. Kedua institusi tersebut pun menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendorong pengembangan program dan solusi sistem pembayaran nasional berbasis riset.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai agenda pemerintah, mulai digitalisasi layanan publik, optimalisasi penerimaan negara dan daerah, efisiensi belanja pemerintah, penyaluran bantuan sosial, hingga perluasan inklusi keuangan. Kolaborasi ini berlangsung di tengah pertumbuhan transaksi pembayaran digital di Indonesia.
Baca Juga
BI: 65 Persen Sektor Publik di Kaltara Kini Gunakan QRIS
BI Dorong QRIS Tap, Bayar Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP
Nilai Transaksi Pasar Fisik Emas Digital Tembus Rp 172,7 Triliun
Bank Indonesia mencatat volume transaksi melalui internet dan mobile banking, BI-FAST, serta BI-RTGS mencapai 16,07 miliar pada semester satu 2026. Angka itu tumbuh 36,88 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara terpisah, volume transaksi QRIS tumbuh 100,12 persen secara tahunan pada triwulan dua 2026.
Pada periode yang sama, transaksi QRIS antarnegara membukukan nilai net inbound sebesar Rp 1,52 triliun. Peningkatan transaksi digital mencerminkan semakin strategisnya peran sistem pembayaran dalam menopang aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Komentar (0)