Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan peringatan Hari ASI Internasional yang digelar partainya di Lapangan Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi, Kamis (6/8), bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurut Hasto, kegiatan tersebut mencerminkan komitmen PDI Perjuangan untuk terus hadir bersama masyarakat sekaligus menjadi bentuk otokritik terhadap praktik kekuasaan di tingkat elite yang dinilai kerap menyalahgunakan kewenangan.
"Sebagai gerakan, ini menunjukkan suatu komitmen PDI Perjuangan tentang watak politik yang bersama-sama dengan akar rumput. Ini sekaligus sebagai otokritik atas watak kekuasaan di tingkat elit yang sering kali terjebak pada penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan hukum," kata Hasto.
"Maka, PDI Perjuangan mendorong pada watak sejati politik, seperti hari ini bertemu dengan para Ibu-ibu di Sukabumi untuk membangun kesadaran tentang pentingnya ASI," lanjutnya.
Ia menjelaskan, peringatan Hari ASI Internasional yang mengusung tema 'ASI Eksklusif: Perjuangan Dimulai dari Pelukan Ibu' merupakan gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi tumbuh kembang, daya tahan tubuh, serta kecerdasan anak.
Menurut Hasto, upaya membangun generasi unggul harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang baik bagi ibu hamil.
Sukabumi Dipilih karena Isu StuntingHasto mengatakan, pemilihan Kabupaten Sukabumi sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain memiliki jumlah penduduk yang besar, wilayah tersebut masih menghadapi persoalan stunting dengan prevalensi mencapai 20,5 persen.
Ia juga menyinggung kedekatan historis Jawa Barat dengan gagasan kemanusiaan Presiden pertama RI, Soekarno. Menurutnya, Bung Karno pernah menggagas Konferensi Dokter Anak Asia-Afrika setelah Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung.
Selain itu, Bung Karno juga memperkenalkan konsep kedaulatan pangan berbasis komoditas lokal melalui Buku *Mustika Rasa*, yang dinilai relevan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
"Kita juga sebagai suatu negara dengan sumber bahan makanan yang paling lengkap se-dunia. Demikian pula bumbu-bumbuan. Apalagi tradisi yang ada di Jawa Barat ini dengan kebutuhan sayur-sayuran, kita akan mendorong bahwa Buku Mustika Rasa sebagai kecukupan gizi bagi manusia-manusia Indonesia menjadi keseharian di dalam menyediakan makanan bagi kita semua," terangnya.
Persiapan Pemilu 2029Menjawab pertanyaan mengenai persiapan PDI Perjuangan menghadapi Pemilu 2029, Hasto menegaskan partainya memilih memperkuat kerja politik di tingkat akar rumput daripada mengandalkan pembagian bantuan sosial sebagai strategi politik.
Menurutnya, PDI Perjuangan akan terus mengedukasi, mengorganisasi, dan memberdayakan masyarakat agar memiliki kemandirian.
"PDIP turun ke akar rumput. Ini yang dipertegas oleh PDI Perjuangan," tandasnya.
Hasto juga mencontohkan kiprah Bung Karno sebagai pemimpin muda yang membangun kekuatan politik melalui pengorganisasian rakyat.
"Ia bahkan menyamakan gerakan kepemimpinan muda ini dengan sosok Bung Karno. "Bung Karno saat itu juga dikategorikan sebagai Gen Z karena usianya 26 tahun sudah mendirikan PNI di Bandung dan dari situlah partai mengorganisir rakyat," kata Hasto.
Sampaikan Pesan MegawatiHasto juga menyampaikan salam hangat dari Presiden ke-5 RI, Ibu Megawati Soekarnoputri, yang dinilainya sangat konsisten dalam membangun peradaban dan kesehatan ibu dan anak. Ia mengutip Bung Karno yang menyebut laki-laki dan perempuan bagaikan sayap burung.
"Satu patah, burung tidak bisa terbang. Indonesia tidak akan pernah makmur kalau ibu-ibunya juga tidak maju," tegasnya.
Masalah stunting menjadi sorotan utama dalam acara tersebut. Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, melaporkan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki angka prevalensi stunting sebesar 20,5%, masuk dalam lima besar tertinggi di Jawa Barat. "Artinya, dari 10 bayi yang lahir, dua di antaranya stunting," ungkap Ono.
Menanggapi data tersebut, Hasto memberikan resep paling sederhana dan konkret untuk daerah yang dipimpin oleh Wakil Bupati Andreas Sukmara itu. "Resep paling sederhana untuk mengatasi stunting adalah, Pak, harus sering bertemu dengan Ibu-ibu. Harus sering bertemu dengan mereka yang baru menikah, berikan pendidikan bagi mereka," tuturnya.






Komentar (0)