Perkuat Sinergi, Pemkot Makassar dan Karang Taruna Dorong Pemilahan Sampah dan Pemberdayaan Pemuda

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Pemerintah Kota Makassar bersama Karang Taruna Kota Makassar memperkuat sinergi strategis guna mengawal program prioritas, mulai dari penanganan sampah, pemberdayaan sosial, hingga penguatan ekonomi dan sumber daya manusia pemuda. Langkah ini menjadi krusial di tengah kondisi darurat pengelolaan sampah yang tengah dihadapi kota tersebut.

Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Zulkifli, menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan pemilahan sampah dari sumber yang diwajibkan pemerintah, khususnya penerapan sistem Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa yang hanya menerima sampah residu. Menurutnya, edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam perubahan sistem pengelolaan sampah yang tidak bisa lagi ditunda.

“Tentu kami sangat mendukung program pemilahan sampah, karena harus mulai dari kesadaran. Yang paling utama adalah mengedukasi masyarakat bahwa cepat atau lambat, suka atau tidak suka, kita memang sudah berada pada fase ini,” jelas Zulkifli usai audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada Kamis (6/8/2026).

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah menerbitkan Surat Edaran dan Instruksi Wali Kota mengenai pemilahan sampah, sehingga seluruh elemen masyarakat perlu segera beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut.

“Seharusnya pemilahan sampah sudah dilakukan sejak lama, tetapi masyarakat terbiasa mencampur semua sampah karena TPA masih menerima semuanya,” katanya.

Zulkifli juga mengungkapkan inisiatifnya membangun empat titik Tempat Edukasi Buang Sampah Organik (TEBA) di wilayah Tello Baru yang memanfaatkan gorong-gorong beton sebagai media pengolahan sampah organik dan mendorong pemanfaatan sisa makanan sebagai pakan ternak.

“Saya membantu membuat empat titik TEBA di wilayah saya. Saya minta warga menaruh sisa makanan di situ, kemudian pemilik sapi bisa memanfaatkannya sebagai pakan. Dengan cara sederhana seperti ini, sampah organik tidak lagi dibuang ke TPA,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menyediakan tandon air berkapasitas 2.000 hingga 3.000 liter sebagai fasilitas pendukung pengelolaan sampah yang dapat dimanfaatkan warga.

“Saya sampaikan kepada warga, yang penting adalah ada kemauan untuk mencari solusi bersama,” tambahnya.

Zulkifli menegaskan bahwa solusi persoalan sampah bukan dengan saling menyalahkan, melainkan melalui gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Saat ini orang-orang hanya bisa mengkritik dan menghujat. Itu bukan solusi. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana bersama-sama keluar dari persoalan ini. Gotong royong dan kerja sama jauh lebih dibutuhkan,” pungkasnya.

Ketua Harian Karang Taruna Kota Makassar, Rijal Djamal, menyatakan audiensi tersebut menjadi momentum menyelaraskan visi Karang Taruna dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin.

“Ini bentuk komitmen Pemerintah Kota untuk bersama-sama dengan Karang Taruna menyukseskan seluruh program visi-misi Pak Wali Kota, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu sosial dan pemberdayaan anak muda,” kata Rijal.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Karang Taruna merupakan pilar sosial yang harus berjalan beriringan dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Karang Taruna harus menjadi pilar pendukung sosial yang kuat. Persoalan yang kita hadapi saat ini adalah aktivasi Karang Taruna belum benar-benar terkoneksi dengan program-program pemerintah,” jelas Munafri.

Munafri menambahkan perlunya membangun jembatan kolaborasi antara Karang Taruna dan Pemerintah Kota Makassar agar seluruh program dapat berjalan lebih terarah dan saling mendukung.

“Kita ingin ada alur kolaborasi yang jelas. Program yang bisa dikerjakan bersama, kita kerjakan bersama,” pungkasnya.

Rijal memaparkan lima strategi utama pengembangan Karang Taruna, meliputi penguatan tata kelola organisasi, peningkatan partisipasi pemuda, memperluas kolaborasi dengan pemerintah, BUMD, dunia usaha dan komunitas, meningkatkan dampak sosial, serta pemberdayaan ekonomi pemuda.

Beberapa Karang Taruna tingkat kelurahan sudah mengembangkan program ekonomi produktif seperti budidaya hidroponik yang mulai menghasilkan nilai ekonomi meski masih dalam skala usaha mikro.

Selain itu, Karang Taruna memperkenalkan tujuh program prioritas hingga 2028, antara lain Entrepreneur Hub untuk mendorong UMKM pemuda naik kelas, Skill Academy yang menargetkan pelatihan bagi 2.000 pemuda, Karang Taruna Connect sebagai wadah kolaborasi lintas sektor, dan Makassar Youth Festival sebagai ruang kreativitas generasi muda.

“Di era digital hari ini semua orang ingin didengar. Karena itu Karang Taruna Voice akan menjadi ruang aspirasi masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat,” jelas Rijal.

Fokus utama Karang Taruna pada 2026 adalah membangun fondasi organisasi yang kuat dengan memperkuat tata kelola, melengkapi kepengurusan hingga kecamatan, serta meningkatkan kualitas SDM pengurus.

“Target kami adalah seluruh kecamatan memiliki Karang Taruna yang aktif. Setelah fondasi organisasi kuat, maka seluruh program pemerintah akan lebih mudah dijalankan bersama masyarakat,” tegas Rijal.

Munafri optimistis kepengurusan Karang Taruna Kota Makassar akan menghadirkan semangat kolaborasi yang lebih kuat dalam mendukung program pemerintah dan menjadi contoh bagi generasi muda dalam menjaga keberlanjutan program sosial di masyarakat.

“Kalau Karang Taruna tumbuh besar, tentu akan banyak yang mencontoh. Karena itu program-programnya harus dijaga keberlanjutannya dan organisasi harus mampu mengelola rumah tangganya secara mandiri,” pungkas Munafri. (*/)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dukung Proyek Strategis, WIKA Bukukan Kontrak Baru Rp 6,91 T
• 13 jam lalu
0
thumb
BGN: Makanan Dimasak Terlalu Cepat Diduga Picu Keracunan, Ada Dapur Tanpa SLHS
• 2 jam lalu
0
thumb
Jakarta Bakal Diguyur Hujan Buatan Tiap Pekan
• 17 jam lalu
0
thumb
KPK Duga Raja Juli Belum Kembalikan Seluruh Uang dalam Amplop dari Bupati Kuansing, Berapa Jumlahnya?
• 17 jam lalu
0
thumb
Punya 116 Outlet, Galeri 24 Bidik Laba Tembus Rp1,3 Triliun pada 2026
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.