Sri Mulyani Kembali Duduki Jabatan di Bank Dunia, Kini Pimpin Pendanaan Negara Termiskin Dunia

narasi.tv
6 jam lalu
Cover Berita

Nama Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati kembali menjadi perbincangan publik usai dirinya dilirik kembali oleh Bank Dunia untuk mengisi jabatan strategis.

Iya, perempuan kelahiran Bandar Lampung itu kini menjabat sebagai Independent Co-Chair dalam proses pengisian kembali pendaanaan Internasional Development Association (IDA) ke-22 atau ke-22.

Dalam jabatannya itu, Sri Mulyani bersama Paschal Donoho memimpin forum strategis yang akan menentukan arah pembiayaan bagi negara-negara termiskin di dunia hingga 2031. Penunjukan yang diumumkan pada Rabu, 5 Agustus 2026 itu menjadi pengakuan atas kapasitas Sri Mulyani di tingkat internasional.

Berdasarkan keterangan resmi Bank Dunia terpilih melalui proses seleksi yang ketat dari daftar kandidat pendek (shortlist) yang disusun komite pencarian beranggotakan perwakilan negara donor dan negara peminjam.

“Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,” sebut Bank Dunia.

Proses pengisian kembali dana IDA22 ini akan dimulai secara resmi pada acara Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan pada Desember 2026, dan berlanjut hingga pertemuan final yang dijadwalkan pada Desember 2027. Hasil dari proses ini nantinya akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang dapat disalurkan untuk 78 negara berpendapatan rendah hingga 2031.

Pertemuan itu bertujuan menghimpun pendanaan baru bagi IDA, yakni lembaga pendanaan Grup Bank Dunia untuk negara-negara termiskin, serta memberikan kesempatan kepada para mitra untuk meninjau kebijakan-kebijakan IDA.

Melalui mekanisme pendanaan IDA, Sri Mulyani berkontribusi langsung dalam pemberantasan kemiskinan ekstrem di berbagai negara dengan menyediakan sumber daya yang memadai untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan ekonomi.

Perannya menjadi sangat vital dalam memastikan bahwa dana yang dihimpun dapat diarahkan secara efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin.

Mekanisme dan Fokus Pendanaan IDA

Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) berperan sebagai salah satu instrumen pembiayaan terbesar di dunia yang khusus ditujukan untuk negara-negara berpendapatan rendah. Pendanaan IDA dilakukan melalui kombinasi pinjaman berbunga nol hingga rendah, serta hibah yang mendukung berbagai proyek pembangunan strategis.

Pinjaman dan hibah yang diberikan IDA difokuskan untuk membiayai program-program yang memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi negara penerima, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.

Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan infrastruktur penting seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya, serta investasi dalam bidang pendidikan, layanan kesehatan, dan pengembangan kapasitas kelembagaan pemerintah.

Sejak berdiri pada tahun 1960, IDA telah memberikan kontribusi investasi senilai lebih dari 632 miliar dolar AS yang telah tersebar di 115 negara. Dengan cakupan yang luas dan komitmen jangka panjang, IDA menjadi pilar utama dalam upaya global mengentaskan kemiskinan ekstrem dan mempromosikan pembangunan yang inklusif.

Sri Mulyani sendiri bukan kali pertama menduduki jabatan penting di Bank Dunia, sebelumnya pada tahun 2010 ia menjadi Direktur Pelaksana sekaligus COO Bank Dunia Penunjukan ini dilakukan oleh Presiden Bank Dunia saat itu, Robert Zoellick.

Jabatan tersebut turut mengukir sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil menduduki jajaran pimpinan puncak di Lembaga Keuangan Multilateral tersebut. ReferensiGeogra

Baca Juga:War Ticket HUT RI Diikuti Peserta dari 14 Negara, Berikut Fakta Menariknya

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengenal Profhilo, Perawatan untuk Membantu Menjaga Kelembapan dan Elastisitas Kulit
• 10 jam lalu
0
thumb
Evaluasi Belanja Pemerintah di Sektor Pertahanan Tahun 2025
• 11 jam lalu
0
thumb
Mengapa Daerah Sulit Mandiri Fiskal? Pakar Otonomi Daerah Bongkar Akar Masalahnya | ROSI
• 1 jam lalu
0
thumb
Gagal Hindarkan Timnas Indonesia dari Kekalahan, Thom Haye Disindir Media Vietnam
• 16 jam lalu
0
thumb
TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove untuk Perkuat Ketahanan Ekosistem Pesisir Indonesia
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.