SOP MBG Diperketat, Konsumsi Makanan Tak Boleh Lebih dari 4 Jam setelah Matang

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kepala BGN Sudaryono menegaskan pihaknya tidak ingin lagi terjadi kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG.

SOP MBG Diperketat, Konsumsi Makanan Tak Boleh Lebih dari 4 Jam setelah Matang. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Badan Gizi Nasional (BGN) akan memperketat standar operasional prosedur (SOP) Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama untuk memastikan makanan tidak boleh dibiarkan lebih dari 4 jam setelah matang saat diterima siswa.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan pihaknya tidak ingin lagi terjadi kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG. Karena itu, seluruh proses mulai dari pengolahan makanan hingga distribusi akan diawasi lebih ketat.

Baca Juga:
BGN Targetkan Angka Keracunan MBG Turun hingga Nol

"Kita tidak ingin ada keracunan. Kita tidak bicara statistik, tetapi kita bicara tidak boleh ada keracunan. SOP harus dijalankan," kata Sudaryono saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan hasil investigasi sementara, BGN menduga makanan yang menyebabkan keracunan, seperti misalnya yang terjadi di Papua, dimasak terlalu dini, yakni sejak malam sebelum didistribusikan kepada para siswa pada keesokan harinya di pagi hari.

Baca Juga:
Perbaikan Data Penerima MBG, Kemenkes Setor Data Daerah Stunting Tinggi ke BGN

Menurut Sudaryono, makanan tersebut mulai dimasak sekitar pukul 19.00 pada hari sebelumnya, kemudian baru disajikan kepada penerima manfaat sekitar pukul 11.00 keesokan harinya. Rentang waktu yang terlalu panjang tersebut diduga menyebabkan kualitas makanan menurun.

"Ini tentu saja menjadi catatan, intinya tidak boleh ada keracunan. Termasuk kami ingin memastikan semua pengiriman, kapan matang, sesuai standar tidak boleh lebih dari 4 jam," ujar dia.

Baca Juga:
BGN Ungkap Temuan Data Ganda 6 Juta Penerima Program MBG

Sudaryono menambahkan, nantinya SOP produksi hingga distribusi bakal diperketat melalui penambahan atribut informasi waktu produksi makanan, dan waktu terbaik untuk dikonsumsi. Sebab MBG tidak menggunakan bahan pengawet sehingga proses kerusakan makanan bisa lebih cepat.

"Kami ingin memastikan kapan makanan matang sampai dikonsumsi sesuai standar. Nantinya juga akan ada keterangan waktu terbaik untuk dikonsumsi (best before)," ujarnya.

Selain memperketat SOP distribusi, BGN juga akan memperkuat edukasi keamanan pangan di sekolah. Guru diharapkan ikut mendampingi siswa saat menyantap makanan MBG sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan, tata cara makan yang baik, serta tidak membawa pulang makanan.

Sudaryono mengatakan BGN telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar edukasi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG di sekolah.

"Kami sudah berbicara dengan Menteri Dikdasmen. Ini menjadi materi penting di semua sekolah, termasuk edukasi agar makanan tidak dibawa pulang karena MBG tidak menggunakan bahan pengawet dan harus segera dikonsumsi," ujarnya.


(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Soroti Skor PISA RI di Bawah Malaysia-Vietnam: Kesulitan Kita Besar
• 6 jam lalu
0
thumb
Barisan Advokasi Rakyat Pastikan Situasi Nasional Kondusif: Isu Gejolak Kerusuhan Hanya Propaganda
• 4 jam lalu
0
thumb
500 Bendera Merah Putih Berkibar di Teluk Wondama Sambut HUT ke-81 RI
• 18 jam lalu
0
thumb
Hasil Laga Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026: Persija Taklukkan Arema FC, Pemain Muda Jadi Kunci
• 2 jam lalu
0
thumb
Ultimatum untuk Dapur MBG: Urus SLHS atau Ditutup!
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.