Prabowo di Depan Peneliti BRIN: Kita Butuh Orang-Orang Pintar

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Prabowo pun mengingat Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie yang juga seorang profesor ternama.

Prabowo di Depan Peneliti BRIN: Kita Butuh Orang-Orang Pintar

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul untuk menguasai sains dan teknologi sebagai fondasi membangun bangsa.

Prabowo pun mengingat Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie yang juga seorang profesor ternama.

Baca Juga:
Prabowo Cek Pesawat Tanpa Awak-Teknologi Giant Sea Wall Karya BRIN

“Jadi kita cari penyebabnya apa, baru kita harus berani berbuat. Sains dan teknologi, kita butuh orang-orang pinter, banyak orang pinter," kata Prabowo saat memberikan taklimat di pertemuan dengan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

"Saya ingat Profesor Habibie mengatakan, oke kita nggak usah takut, 1 persen saja orang pinter di Indonesia, 1 persen saja itu hampir 3 juta orang,” lanjut Prabowo. 

Baca Juga:
Prabowo Undang 150 Peneliti BRIN ke Istana, Pamerkan Ratusan Inovasi

Menurut Prabowo, Indonesia sebenarnya memiliki bahan baku SDM yang melimpah. Namun, potensi tersebut harus dicari, dibina, diberikan kesempatan, hingga didukung agar mampu menghasilkan inovasi bagi kemajuan bangsa.

“Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali. Tapi ya, apa pun yang kita punya, harus saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses,” kata dia.

Baca Juga:
Wakil Panglima dan Empat Kepala Staf TNI Menghadap Prabowo di Istana

Prabowo menekankan bahwa kebangkitan Indonesia harus dibangun dengan pendekatan yang ilmiah dan rasional. Menurutnya, pendekatan yang tidak didasarkan pada rasionalitas berpotensi menghasilkan keputusan yang keliru.

“Jadi pendekatan kita terhadap kebangkitan suatu bangsa, kebangkitan suatu bangsa kita cita-cita semua pendiri bangsa kita termasuk cita-cita kita semua, bagaimana suatu negara di mana tidak ada kemiskinan, bagaimana satu negara tidak ada ketidakadilan,” katanya.

“Nah kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional, ya. Nanti kita akan keliru. Rasional, sains, mathematics, reality. Reality is science, reality is mathematics. Ya, kalau kita mendekati dengan pola lain itu sudah masuk ke ranah lain,” kata Prabowo.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kronologis Kasus Dokter Menghina Pasien BPJS, Bakal Kena Sanksi IDI
• 1 jam lalu
0
thumb
DJP Tunda Penerapan Pajak Marketplace hingga November 2026 untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
• 7 jam lalu
0
thumb
Cara Zodiak Leo Menunjukkan Rasa Cintanya
• 1 jam lalu
0
thumb
Kepala SPPG Dicopot Usai Insiden Keracunan MBG di Jayapura, BGN Ungkap Dugaan Penyebabnya
• 22 menit lalu
0
thumb
Kebakaran Gudang SDN Srengseng Sawah 04 Diduga Dipicu Korsleting Listrik
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.