Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang sains dan teknologi untuk mendorong kebangkitan bangsa. Ia mengutip pandangan Presiden ke-3 RI BJ Habibie mengenai besarnya potensi orang-orang pintar di Indonesia.
"Jadi kita cari penyebabnya apa, baru kita harus berani berbuat. Sains dan teknologi, kita butuh orang-orang pinter, banyak orang pinter. Saya ingat Profesor Habibie mengatakan, oke kita nggak usah takut, 1% saja orang pinter di Indonesia, 1% saja itu hampir 3 juta orang," kata Prabowo saat memberikan taklimat di pertemuan dengan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurut Prabowo, Indonesia sebenarnya memiliki bahan baku SDM yang melimpah. Namun, potensi tersebut harus dicari, dibina, diberikan kesempatan, hingga didukung agar mampu menghasilkan inovasi bagi kemajuan bangsa.
"Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali. Tapi ya, apa pun yang kita punya, harus saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses," ujarnya.
Prabowo menekankan bahwa kebangkitan Indonesia harus dibangun dengan pendekatan yang ilmiah dan rasional. Menurutnya, pendekatan yang tidak didasarkan pada rasionalitas berpotensi menghasilkan keputusan yang keliru.
"Jadi pendekatan kita terhadap kebangkitan suatu bangsa, kebangkitan suatu bangsa kita cita-cita semua pendiri bangsa kita, termasuk cita-cita kita semua, bagaimana suatu negara di mana tidak ada kemiskinan, bagaimana satu negara tidak ada ketidakadilan," ujarnya.
"Nah kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional, ya. Nanti kita akan keliru. Rasional, sains, mathematics, reality. Reality is science, reality is mathematics. Ya, kalau kita mendekati dengan pola lain itu sudah masuk ke ranah lain," lanjut Prabowo.
(eva/dek)






Komentar (0)