Reaksi Bos BEI setelah Danantara Sebut Bakal Bawa BUMN Jumbo IPO

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara setelah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyatakan tengah menyiapkan gelombang penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sejumlah BUMN beraset jumbo. 

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut pencatatan saham BUMN berfundamental kuat akan memberikan lebih banyak opsi bagi investor dalam berinvestasi di bursa. “Kami tentu menyambut baik (rencana Danantara),” ucap Jeffrey kepada Katadata, Kamis (6/8).

Katadata juga telah meminta konfirmasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai progres hingga status pengajuan rencana IPO tersebut. Namun, sampai berita ini ditayangkan, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengatakan, rencana IPO sejumlah perusahaan pelat merah menjadi bagian dari strategi menciptakan nilai dan memperdalam pasar modal Indonesia. Semakin banyak perusahaan besar yang tercatat di bursa, kata dia, semakin besar pula kapitalisasi pasar dan pilihan investasi bagi investor.

Dia pun menyebut Pegadaian sebagai salah satu perusahaan potensial untuk melantai di bursa. Selain itu, ada banyak lagi BUMN yang menurutnya layak IPO, antara lain PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, hingga PT Angkasa Pura Indonesia.

“Banyak sekali perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti,” kata Dony seusai bertemu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8).

Dony menjelaskan, agenda IPO menjadi salah satu tahapan dalam roadmap transformasi Danantara selama lima tahun ke depan. Pada tahun pertama, Danantara akan memfokuskan diri pada konsolidasi dan restrukturisasi lebih dari 1.000 perusahaan yang berada di bawah pengelolaannya. 

Adapun hingga 31 Juli 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 2,16 triliun. 

Saat ini, masih terdapat empat perusahaan yang berada dalam antrean IPO. Di antaranya dua perusahaan sektor kesehatan, satu perusahaan konsumer nonsiklikal, dan satu perusahaan industri.

Sementara itu, di pasar efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), BEI telah mencatatkan 115 emisi dari 62 penerbit dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp 104,11 triliun. Selain itu, terdapat 15 emisi dari 11 calon penerbit yang masih berada dalam pipeline.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dampak Kekeringan Meluas, Bantul dan Gunungkidul Berisiko Tinggi
• 3 jam lalu
0
thumb
Hiroshima Peringati 81 Tahun Bom Atom Dijatuhkan, Wali Kota Kecam Pengembangan Senjata Nuklir
• 7 jam lalu
0
thumb
BRIN Pamerkan Sepatu Lokal Rp75 Ribuan di Istana, Dipesan Presiden Prabowo
• 8 jam lalu
0
thumb
Airlangga: Harga Pertalite Aman hingga Desember 2026, APBN Jadi Peredam Kejut
• 21 jam lalu
0
thumb
Newland FA, SSB di Depok yang Duluan Bikin Kelas Wanita Dibanding Pria
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.