jpnn.com - JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati kembali bergabung dengan Bank Dunia. Dia ditunjuk Bank Dunia menjabat Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (Independent Co-Chair of International Development Association/IDA) Ke-22.
Dalam jabatan itu, Sri Mulyani bertugas mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan di negara-negara donor maupun peminjam.
BACA JUGA: Sri Mulyani Indrawati Punya Jabatan Baru, Mentereng
Bank Dunia berdasarkan keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Kamis, Sri Mulyani akan memimpin proses pengisian kembali dana IDA22 bersama dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia Paschal Donohoe.
"Dia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,” sebut Bank Dunia.
BACA JUGA: Srikandi Merdeka Cup 2026 Buka Jalan Pesepak Bola Putri Indonesia Tampil di Level Internasional
Pertemuan pengisian kembali dana IDA umumnya diselenggarakan setiap tiga tahun sekali.
Pertemuan itu bertujuan menghimpun pendanaan baru bagi IDA, yakni lembaga pendanaan Grup Bank Dunia untuk negara-negara termiskin, serta memberikan kesempatan kepada para mitra untuk meninjau kebijakan-kebijakan lembaga itu.
BACA JUGA: Program Kampung Srikandi Peduli Cipete Utara Resmi Diluncurkan, Ini Tujuannya
IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar untuk memerangi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah di seluruh dunia.
IDA memberikan pinjaman tanpa bunga atau berbunga rendah serta hibah kepada negara-negara untuk membiayai proyek dan program yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin di berbagai belahan dunia.
Sejak 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari USD 632 miliar untuk investasi di 115 negara.
Siklus pengisian kembali dana IDA22 akan secara resmi diluncurkan dalam Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.
Sementara itu, pertemuan final untuk penyampaian komitmen pendanaan diperkirakan berlangsung pada Desember 2027.
IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara hingga 2031.
Adapun sejak IDA18, pertemuan pengisian kembali dana IDA dipimpin oleh dua ketua bersama yang terdiri atas seorang tokoh independen terkemuka yang memiliki pengetahuan memadai tentang bank pembangunan multilateral, serta seorang perwakilan tingkat tinggi Bank Dunia yang ditunjuk oleh presiden lembaga tersebut.
“Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional,” tambah Bank Dunia. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi





Komentar (0)