Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari untuk menggagas kolaborasi budaya untuk memperingati hubungan diplomatik yang memasuki usia 50 tahun atau golden jubilee
"Kami mengagumi bahwa Negara Qatar yang semakin aktif berpartisipasi dalam merawat dan mengembangkan kebudayaannya, karena salah satu kekuatan terbesar kita ada di budayanya (the power of culture)," kata Fadli Zon dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.
Salah satu agenda yang akan dilakukan untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia -Qatar, yang sudah terjalin sejak 1976, adalah pameran perangko, yang dinilai merepresentasikan ragam budaya kedua negara.
Baca juga: Kemenbud manfaatkan aset Danantara untuk dijadikan museum
Fadli Zon juga mendorong penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Qatar sebagai payung dari kerja sama kedua negara. Sang menteri berharap kerja sama Indonesia dengan Qatar dapat direalisasikan secara konkret untuk mempererat hubungan bilateral, memperluas pertukaran budaya, dan memperkokoh diplomasi kebudayaan kedua negara di panggung internasional.
Kerja sama untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara disambut baik oleh Al-Dosari. Dia juga mengajukan kolaborasi untuk perayaan Qatar National Day, yang diisi antara lain dengan pameran lukisan dan pertunjukan orkestra.
Selain membahas potensi kerja sama Indonesia dan Qatar, Fadli Zon dan Al-Dosari juga bertukar cerita tentang koleksi lukisan di Kantor Kementerian Kebudayaan, salah satunya lukisan pahlawan nasional Indonesia dan Afrika Selatan Syekh Yusuf Al-Makassari, ulama yang membawa ajaran Islam ke Afrika Selatan dan Sri Lanka.
"Beliau satu-satunya tokoh yang diangkat menjadi pahlawan nasional di dua negara, yaitu Indonesia dan Afrika Selatan. Bahkan Nelson Mandela menyebut Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai ‘Salah seorang putra Afrika terbaik’," kata Fadli Zon.
Dalam pertemuan tersebut, Menbud Fadli Zon didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Kemenbud Endah T.D. Retnoastuti dan Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemenbud Ismunandar, sementara Al-Dosari didampingi oleh Second Secretary Kedutaan Besar Qatar di Indonesia Saad Mohammed I.M. Al-Emadi dan peneliti politik Kedubes Qatar Hayder Alhadey.
Baca juga: Menbud dorong komunitas seni dan budaya di Jambi manfaatkan dana abadi
Baca juga: Kemenbud-Peruri jajaki kerja sama bidang pelestarian kebudayaan
Baca juga: Kemenbud dan PETA kolaborasi tingkatkan literasi sejarah lewat film
"Kami mengagumi bahwa Negara Qatar yang semakin aktif berpartisipasi dalam merawat dan mengembangkan kebudayaannya, karena salah satu kekuatan terbesar kita ada di budayanya (the power of culture)," kata Fadli Zon dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.
Salah satu agenda yang akan dilakukan untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia -Qatar, yang sudah terjalin sejak 1976, adalah pameran perangko, yang dinilai merepresentasikan ragam budaya kedua negara.
Baca juga: Kemenbud manfaatkan aset Danantara untuk dijadikan museum
Fadli Zon juga mendorong penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Qatar sebagai payung dari kerja sama kedua negara. Sang menteri berharap kerja sama Indonesia dengan Qatar dapat direalisasikan secara konkret untuk mempererat hubungan bilateral, memperluas pertukaran budaya, dan memperkokoh diplomasi kebudayaan kedua negara di panggung internasional.
Kerja sama untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara disambut baik oleh Al-Dosari. Dia juga mengajukan kolaborasi untuk perayaan Qatar National Day, yang diisi antara lain dengan pameran lukisan dan pertunjukan orkestra.
Selain membahas potensi kerja sama Indonesia dan Qatar, Fadli Zon dan Al-Dosari juga bertukar cerita tentang koleksi lukisan di Kantor Kementerian Kebudayaan, salah satunya lukisan pahlawan nasional Indonesia dan Afrika Selatan Syekh Yusuf Al-Makassari, ulama yang membawa ajaran Islam ke Afrika Selatan dan Sri Lanka.
"Beliau satu-satunya tokoh yang diangkat menjadi pahlawan nasional di dua negara, yaitu Indonesia dan Afrika Selatan. Bahkan Nelson Mandela menyebut Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai ‘Salah seorang putra Afrika terbaik’," kata Fadli Zon.
Dalam pertemuan tersebut, Menbud Fadli Zon didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Kemenbud Endah T.D. Retnoastuti dan Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemenbud Ismunandar, sementara Al-Dosari didampingi oleh Second Secretary Kedutaan Besar Qatar di Indonesia Saad Mohammed I.M. Al-Emadi dan peneliti politik Kedubes Qatar Hayder Alhadey.
Baca juga: Menbud dorong komunitas seni dan budaya di Jambi manfaatkan dana abadi
Baca juga: Kemenbud-Peruri jajaki kerja sama bidang pelestarian kebudayaan
Baca juga: Kemenbud dan PETA kolaborasi tingkatkan literasi sejarah lewat film






Komentar (0)