"Buat Makan di Rumah Enggak Ada", Sopir Angkot M44 Keluhkan Pendapatan Tergerus JakLingko

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan sopir angkot M44 di Balai Kota DKI Jakarta berangkat dari keresahan mereka terhadap penurunan pendapatan yang diklaim terjadi sejak rute JakLingko 48A melintasi trayek yang sama.

Rute angkot M44, yakni Kampung Melayu-Tebet-Karet Kuningan, sementara rute JakLingko 48A adalah Stasiun Tebet sampai Rusun Karet Tengsin.

Salah seorang sopir angkot M44, Zulkifli (67), mengatakan, perubahan paling terasa sejak kehadiran JakLingko adalah berkurangnya penghasilan harian yang diperoleh sopir.

Baca juga: Usai Demo di Balai Kota, Angkot M44 Kembali Beroperasi dari Stasiun Tebet Jaksel

"Penghasilannya menurun drastis," ujar Zulkifli saat ditemui di pintu barat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Menurut Zulkifli, kondisi tersebut membuat banyak sopir hanya mampu memenuhi setoran kendaraan, sementara kebutuhan keluarga tidak lagi tercukupi.

"Buat setoran, buat makan di rumah enggak ada," kata Zulkifli.

Ia mengatakan, persoalan semakin terasa setelah jumlah armada JakLingko di jalur tersebut bertambah sehingga persaingan mencari penumpang semakin ketat.

Baca juga: Sopir Angkot M44 Tak Minta JakLingko Dihapus, Hanya Ingin Rute Sesuai Survei Awal

"Dulu sih waktu mobilnya sedikit, cuma 20 sih dampaknya enggak terlalu kelihatan. Nah, sekarang kan mobilnya udah 50," ucap Zulkifli.

Zulkifli juga mengaku jam kerja sopir menjadi lebih panjang karena harus menunggu waktu-waktu tertentu agar bisa memperoleh penumpang.

"Pengaruhnya besar juga jam kerja sama jam pulang kerja," kata Zulkifli.

Keluhan serupa disampaikan sopir angkot lainnya, Sofyan (54), yang mengatakan, penurunan jumlah penumpang membuat ritme perjalanan setiap hari ikut berkurang dibanding sebelum JakLingko beroperasi di jalur tersebut.

Baca juga: Warga Kesulitan Kala Angkot M44 Mogok Massal, Biasanya Keluar Stasiun Langsung Nemu

"Kalau sekarang ini udah jauh banget drastisnya," ujar Sofyan saat ditemui di pintu barat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis.

Sofyan menilai persoalan tersebut dapat teratasi apabila rute JakLingko kembali dipisahkan dari trayek angkot reguler seperti saat awal beroperasi.

"Pengalihan aja, supaya dia di rute pertama itu awalnya bukan satu jalur," kata Sofyan.

Baca juga: Selama Ada JakLingko, Kami Malah Terlilit Utang Rentenir buat Nombokin Setoran Keluhan Sopir Angkot M44

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, sopir angkot M44 lainnya, Slamet, mengatakan, para sopir sebenarnya telah lama menyampaikan keluhan, tetapi baru mendapat tanggapan setelah melakukan aksi unjuk rasa.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNPB Pastikan Nihil Korban Jiwa Kebakaran Gunung Bromo
• 6 jam lalu
0
thumb
KPK Duga Uang Amplop Raja Juli Belum Dikembalikan Semua
• 7 jam lalu
0
thumb
Praperadilan III soal Ganti Rugi Tak Diterima, Roy Suryo Siapkan Gugatan Baru
• 6 jam lalu
0
thumb
Mendag Cek Lapangan Usai Temuan 80% Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar
• 22 jam lalu
0
thumb
FRK Desak Kepala BGN Tutup SPPG dan Sanksi Berat Terhadap Yayasan di Jeneponto yang Melanggar
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.