PT Fastana Logistics Indonesia melengkapi armada operasionalnya dengan truk listrik Fuso eCanter. Perusahaan ini merupakan konsumen ketiga truk listrik yang telah dipasarkan sejak 2024 itu.
Direktur Fastana Logistics Indonesia Subagyo Rahardjo mengatakan, faktor utama yang menjadi pertimbangan penggunaan truk listrik adalah efisiensi biaya operasional.
"Pertama kami melihat cost efficiency. Dari perhitungan kami, penghematan operasionalnya bisa sekitar 41 persen, itu baru dari sisi energinya saja, belum menghitung biaya maintenance," ujar Subagyo ditemui di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/7).
Alasan kedua adalah komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. Sebagai bagian dari Kapal Api Group, Fastana mengaku memiliki perhatian besar terhadap upaya pengurangan emisi karbon dalam operasional bisnis.
"Kami juga sangat concern terhadap sustainability. Kami yakin penggunaan truk listrik bisa membantu menekan emisi gas buang," katanya.
Selain itu, reputasi Mitsubishi Fuso di Indonesia turut menjadi pertimbangan. Fastana menilai jaringan layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, hingga dukungan diler menjadi keunggulan yang memberikan rasa aman bagi operasional perusahaan.
"Reputasi Mitsubishi Fuso, jaringan diler, spare parts, aftersales, dan layanan purna jualnya sudah punya ekosistem yang kuat. Semua pertimbangan itu yang akhirnya membuat kami memutuskan mencoba eCanter," ujarnya.
Saat ini Fastana baru mengoperasikan satu unit eCanter sebagai tahap awal. Truk listrik tersebut akan digunakan untuk distribusi di wilayah Jabodetabek hingga Karawang dengan jarak tempuh sekitar 60-70 kilometer sekali jalan, sehingga masih sesuai dengan kemampuan baterai eCanter yang mencapai sekitar 140 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Subagyo mengatakan, penggunaan eCanter juga menjadi proyek percontohan di lingkungan Kapal Api Group. Apabila hasilnya sesuai harapan, bukan tidak mungkin perusahaan-perusahaan lain di dalam grup akan mulai mengadopsi kendaraan niaga listrik.
"Ini menjadi proses pembelajaran di Kapal Api Group. Kalau implementasinya berhasil di Fastana Logistics Indonesia, kemungkinan grup-grup lain juga akan mengikuti," kata dia.
Keputusan Fastana menggunakan eCanter juga terbilang cepat. Setelah menerima presentasi dari PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) pada April lalu, perusahaan langsung melakukan analisis, uji coba kendaraan, hingga akhirnya menerbitkan purchase order (PO) sekitar dua bulan kemudian.
Sementara itu, Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya mengatakan, pabrikan tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga menyiapkan pendampingan bagi konsumen yang beralih ke truk listrik.
"Karena ini truk berbasis listrik tentunya berbeda dengan konvensional, kami telah mempersiapkan pelatihan mekanik, pelatihan kepada driver, termasuk untuk melakukan perawatan kendaraan. Jadi training selain ke mekanik di diler, juga di sisi konsumen kepada driver karena perbedaan karakter berkendara," tuntasnya.






Komentar (0)