JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin akhirnya buka suara mengenai ramai tenaga kesehatan (nakes) yang berkomentar nirempati.
Hal ini mengenai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang meninggal dunia setelah sebelumnya mengeluhkan lamanya proses mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit.
"Hati saya sedih, harusnya apapun profesi kita, kita harus punya empati lah ke masyarakat," ujar Budi di Istana, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Kemenkes Ingatkan Nakes Jaga Etika dan Empati di Media Sosial
Adapun keluhan pasien tersebut diunggah akun Threads milik Yurizal Tri Chaerawan dengan nama pengguna @yur********* pada Rabu (22/7/2026).
Dalam unggahannya, ia mengaku telah menunggu sekitar delapan jam, tetapi belum memperoleh ruang perawatan. Ia juga tidak menyebutkan rumah sakit tempat dirinya menjalani perawatan.
"8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS," tulis akun tersebut, sebagaimana dikutip Tribun Style, Rabu (5/8/2026).
Baca juga: Soal Oknum Nakes Bully Pasien, Kemenkes Minta Masyarakat Adukan ke KKI
Unggahan itu kemudian memicu beragam tanggapan dari pengguna Threads. Sejumlah komentar dari akun yang mengaku atau diduga merupakan tenaga kesehatan menjadi sorotan warganet.
"PP-nya kayak orang have tapi aslinya haven't kah? haven't some brain cells," tulis salah satu akun yang diduga merupakan dokter.
Baca juga: Kemenkes Sentil Nakes yang Berkomentar Nirempati Terhadap Pasien di Threads
Sementara itu, akun lain yang diduga merupakan perawat juga menuliskan komentar yang dinilai tidak berempati terhadap kondisi pasien.
Komentar-komentar tersebut menuai kritik dari sejumlah warganet karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien ataupun keluarganya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Komentar (0)