960 Hektare Sawah di Cianjur Terancam Kering, Pemkab Maksimalkan Pompanisasi

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Cianjur: Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi dampak kekeringan di 15 kecamatan. Salah satunya, memaksimalkan pompanisasi guna menambah debit air di saluran irigasi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Cianjur, Dandan Hendrayana, mengatakan data terakhir pada 31 Juli tercatat ada 960 hektare lahan persawahan di 13 kecamatan terancam kekeringan, dengan paling luas berada di Kecamatan Cibeber seluas 191 hektare lahan sawah. Sedangkan sisanya, lanjut Dandan, tersebar di Kadupandak, Sukanagara, Pagelaran, Gekbrong, Cugenang, Pasirkuda, Campaka, Cilaku, Karangtengah, Ciranjang, dan Naringgul.

"Terkait dampak terbagi dalam empat tingkatan; ringan, sedang, berat, dan puso, di mana terdampak berat terdapat di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Cibeber, Gekbrong, Cilaku, dan Sukaluyu," kata Dandan di Cianjur, Kamis, 6 Agustus 2026, melansir Antara.

Baca Juga :

Tinggi Muka Air Waduk Jatiluhur Turun 7,42 Meter
Lahan persawahan yang terdampak sedang tercatat sekitar 13 hektare dan terjadi di Kecamatan Haurwangi, Cikalongkulon, Sukaluyu, Gekbrong, Cilaku, dan Cibeber, di mana berbagai upaya termasuk pemasangan pompanisasi dilakukan guna antisipasi. Untuk lahan terdampak ringan mencapai 146 hektare, terdiri atas 52 hektare di Kecamatan Sukaluyu, 26 hektare di Haurwangi, 14 hektare [di wilayah lainnya], Ciranjang 10 hektare, Cibeber 34 hektare, dan Pagelaran 10 hektare.

Dandan mengatakan, guna menjamin produksi padi tetap berjalan maksimal di sejumlah wilayah, pihaknya melakukan berbagai upaya agar lahan terdampak kembali pulih dengan cara penambahan debit air dan pompanisasi di 13 kecamatan, terutama yang memiliki saluran irigasi.

"Berbagai cara dilakukan agar produksi padi tetap maksimal meski musim kemarau, sehingga target serapan gabah kering giling dapat tercapai sebesar 630.402 ton dari luas tanam sekitar 140 ribu hektare," katanya.


Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr

Dia menambahkan, sebelum masuk musim kemarau, penanganan kekeringan pada musim tanam April-September menjadi prioritas agar selama musim kemarau lahan pertanian tetap mendapat pasokan air yang cukup dari berbagai sumber selain irigasi.

Selain itu, lanjutnya, dilakukan pengawasan ketat dengan mengintensifkan petugas kontrol di pintu air agar aliran tetap fokus ke lahan pertanian, termasuk optimalisasi pompa dan penyesuaian jadwal tanam, mendorong penggunaan irigasi perpompaan secara merata, serta menyesuaikan pola tanam.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
3 Pembuang Sampah Picu Kebakaran di TPS Liar Kramat Jati Didenda Rp 5 Juta
• 21 jam lalu
0
thumb
Arsenal Tuai Hasil Mengecewakan, Kalah 1-3 dari Real Betis di Penutupan Pramusim
• 12 jam lalu
0
thumb
Penanganan Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Mengkhawatirkan, KPK Didesak Segera Ambil Alih
• 21 jam lalu
0
thumb
Rekrut 10 Ribu Kader Muda, PP AMPG Hadiahi AMPG DKI Jakarta Mobil Pembersih Rumah Ibadah
• 22 jam lalu
0
thumb
Komisi I DPR minta TNI dan BIN perkuat deteksi dini cegah gangguan keamanan
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.